66 Nama Obat Generik dan Paten untuk Obat Diabetes Melitus di Apotek

66 Nama Obat Generik dan Paten untuk Obat Diabetes Melitus di Apotek– Semakin meningkatnya penjualan sekaligus permintaan obat diabetes di apotek baik itu obat diabetes generik maupun obat diabetes paten atau obat diabetes dengan merk dagang menandakan bahwa di jaman modern ini  penyakit diabetes tidak berkurang tetapi malah semakin meningkat penderitanya. Penderita diabetes juga semakin bervariasi, jika pada jaman dahulu mayoritas penderita diabetes adalah orang dewasa dengan usia 30 tahun keatas namun sekarang usia 20 tahun keatas sudah banyak yang menderita penyakit diabetes. Faktor penyebab penyakit diabetes salah satunya yaitu karena gaya hidup. Menanggapi semakin banyaknya penelusuran tentang apa saja obat generik untuk diabetes di apotek dan obat paten untuk diabetes di apotek maka pada kesempatan kali ini saya akan mengupas tuntas seputar daftar nama obat generik dan obat paten untuk penyakit diabetes di apotek.

Nama Obat Generik dan Paten untuk Obat Diabetes Melitus di Apotek
Nama Obat Generik dan Paten untuk Obat Diabetes Melitus di Apotek

Penyakit Diabetes Melitus (DM) atau sering disebut penyakit gula atau penyakit kencing manis terjadi karena tubuh mengalami kegagalan produksi insulin atau insulin yang diproduksi terlalu rendah pada pankreas yang digunakan untuk pemecahan karbohidrat yang masuk dalam tubuh dari makanan, sehingga kadar glukosa dalam darah menjadi meningkat. Orang dikatakan menderita atau mulai terkena diabetes yaitu ketika melakukan pengecekan kadar gula dalam darah sewaktu dan puasa tetapi hasilnya di atas normal. Nilai normal kadar gula dalam darah saat pengecekan dapat berbeda-beda hasilnya misal seperti berikut kisaran kadar gula darah normal pada tubuh:

– Sebelum makan: 70 – 130 mg/dL.
– Dua jam setelah makan: kurang dari 180 mg/dL.
– Setelah tidak makan (puasa) selama setidaknya delapan jam: kurang dari 100 mg/dL.
– Menjelang tidur: 100 – 140 mg/dL.
Bila dilakukan pengecekan kadar gula darahsetelah puasa 8 jam hasilnya di atas 100 mg/dL dan setelah makan di atas 180 mg/dL, maka anda harap waspada dengan kenaikan kadar gula darah anda. Selain dengan pengecekan kadar gula darah, anda juga dapat mengetahui gejala bila kadar gula darah anda di atas normal, biasanya muncul gejala seperti berikut : poliuri( sering buang air kecil) terutama pada malam hari, polidipsi (sering minum/ mudah haus), polifagi (mudah merasa lapar), mudah merasa lelah atau lemas, pandangan menjadi kabur atau buram, berat badan menurun sementara nafsu makan semakin meningkat, kulit menjadi kering dan terasa gatal, dan apabila mengalami luka pada anggota tubuh maka akan lama masa penyembuhannya. Untuk pengobatan pada penyakit diabetes, terdapat 2 cara yaitu melalui oral seperti tablet dan melalui parental atau suntikan. Obat diabetik oral yang lazim digunakan memiliki kandungan seperti Acarbose, Glibenklamid, Gliklazid, Glimepirid, Metformin, dan Pioglitazone. Sedangkan untuk yang parental atau biasanya lebih dikenal dengan suntik insulin seperti insulin aspart, insulin detemir dan insulin glulisin. 

Contoh obat untuk diabetik oral paten dengan kandungan Acarbose yang ada di Apotik :
1. ACRIOS, yang tersedia dalam dosis 50 mg dan 100 mg, diberikan 3 kali dalam sehari.
2. GLUBOSE, yang tersedia dalam dosis 50 mg dan 100 mg, diberikan 3 – 6 kali dalam sehari maksimal 600 mg/ hari.
3. GLUCOBAY, yang tersedia dalam dosis 50 mg dan 100 mg, diberikan 3 kali dalam sehari. 

Contoh obat untuk diabetik oral paten dengan kandungan Glibenklamid yang ada di Apotik :

4. ABENON, yang tersedia dalam dosis 5 mg, diberikan 2 kali dalam sehari, dan untuk penderita usia lanjut diberikan dosis 1,25 mg /hari.
5. CONDIABET, yang tersedia dalam dosis 5 mg, diberikan 1 kali sehari dan dosis total sehari <15 mg serta dosis tunggal maksimum 10 mg/ hari.
6. DAONIL, yang tersedia dalam dosis 5 mg, diberikan 2,5 mg/ hari , meningkat 2,5 mg dengan interval 3-5 hari.
7. FIMEDIAB, yang tersedia dalam dosis 5 mg, diberikan lebih baik setelah makan pagi ½ – 1 tablet, dosis maksimum 4 hari dalam dosis terbagi.
8. GLIDANIL, yang tersedia dalam dosis 5 mg, diberikan ½ – 1 tablet sehari sekali, dengan dosis maksimum 20 mg (4 tab).
9. IFIDIAB, yang tersedia dalam dosis 5 mg, diberikan pada dosis awal 1 captab sehari sesudah makan pagi. Dosis tertinggi 3 captab sehari dalam dosis terbagi.
10. LATIBET, tersedia dalam dosis 2,5 mg dan 5 mg. Diberikan saat makan pagi atau saat makan pertama dengan dosis awal 2,5 mg – 5 mg dalam sehari, dosis maksimum 15 mg per hari.
11. MINKOSA, tersedia dalam dosis 5 mg, diberikan dengan dosis awal 2,5 mh – 5 mg sehari dan dosis maksimum 20 mg per hari.
12. RENABETIC, tersedia dalam dosis 5 mg.
Contoh obat untuk diabetik oral paten dengan kandungan Gliklazid yang ada di Apotik :
13. DIAMICRON, tersedia dalam dosis 80 mg. Diberikan 2 kali sehari sebanyak 2 tablet.
14. GLUCORED, tersedia dalam dosis 80 mg. Dosis awal ½ – 1 tablet sehari sekali sebelum makan pagi, dosis maksimum 3 kali sehari 20 mg.
15. GLUKOLOS, tersedia dalam dosis 80 mg. Pemberian sehari 2 kali 40 mg – 80 mg, dosis maksimum 320 mg per hari.
16. GLYCAFOR, tersedia dalam dosis 80 mg. Dosis lazim 40 mg – 80 mg per hari, dengan kisaran dosis lazim 3 kali sehari 20 mg.
17. PEDAB, tersedia dalam dosis 80 mg, diberikan 1 – 3 tablet per hari.
18. ZUMADIAC, tersedia dalam dosis 80 mg, diberikan 2 kali per hari 1 tablet.
Contoh obat untuk diabetik oral paten dengan kandungan Glimepirid yang ada di Apotik :
19. ACTARYL, tersedia dalam dosis 1 mg, 2 mg, 3 mg dan 4 mg. Dosis awal diberikan 1 mg/ hari 1 kali sehari dan dapat disesuaikan dosisnya hingga dosis maksimum 6 mg/ hari.
20. AMADIAB, tersedia dalam dosis 1 mg, 2 mg, 3 mg dan 4 mg. Dosis awal yang diberikan yaitu 1 mg per hari 1 kali sehari dan dapat dinaikkan secara bertahap.
21. AMARYL, tersedia dalam dosis 1 mg, 2 mg, 3 mg, dan 4 mg. Dosis yang dapat diberikan 1 – 8 mg per hari dan dapat dinaikkan dosisnya dengan interval 1 – 2 minggu.
22. AMARYL M, merupakan kombinasi dari Glimepirid dengan Metformin dengan dosis 1/250 mg dan 2/500 mg. Dimana 1/250 mg yaitu 1 mg Glimepirid kombinasi dengan Metformin 250 mg, sedangkan 2/500mg yaitu 2 mg Glimepirid dikombinasi dengan Metformin 500 mg. Dosis yang digunakan yaitu 1 kali sehari atau 2 kali per hari.
23. ANPIRIDE, tersedia dalam dosis 1 mg, 2 mg dan 3 mg. Dosis awal 1 mg sehari.
24. DIAGLIME, tersedia dalam dosis 1 mg, 2 mg, 3 mg dan 4 mg. Dosis awal yang digunakan 1 mg per hari dengan dosis maksimum 4 mg per hari.
25. FRILADAR, tersedia dalam dosis 2 mg dan 3 mg. Dosis awal yang digunakan 1 mg per hari dan pada kasus khusus bisa 8 mg per hari.
26. GLAMAROL, tersedia dalam dosis 1 mg, 2 mg, 3 mg dan 4 mg. Dosis awal yang digunakan 1 mg per hari dan dosis yang digunakanpada kasus DM yang terkontrol adalah 1 – 4 mg per hari.
27. GLIMEPIRIDE, tersedia dalam dosis 1 mg, 2 mg, 3 mg dan 4 mg. Dosis awal yang diberikan 1 mg per hari,maksimal 8 mg per hari.
28. GLIMETIC, tersedia dalam dosis 2 mg, diberikan 1 kali per hari 1 mg.
29. GLIMEXAL, tersedia dalam dosis 2 mg dan 4 mg. Dosis awal yang diberikan 1 mg per hari, maksimal 1 mg – 4 mg per hari.
30. PARIDE, tersedia dalam dosis 1 mg dan 2 mg per tablet. Dosis yang diberikan 1 mg – 8 mg per hari.
31. PIMARYL, tersedia dalam dosis 2 mg dan 3 mg. Dosis awal yang diberikan sehari 1 kali 1 mg dengan kisaran dosis 1 – 4 mg per hari.
32. RELIDE 2, tersedia dalam dosis 2 mg dan 4 mg. Dosis awal yang diberikan 1 mg per hari 1 kali, dengan dosis lazim 1 – 4 mg per hari.
33. SOLOSA, tersedia dalam dosis 1 mg, 2 mg, 3 mg dan 4 mg. Dosis awal yang diberikan 1 mg per hari 1 kali, dosis lazimnya 1 mg – 4 mg per hari.
Contoh obat untuk diabetik oral paten dengan kandungan Metformin HCL yang ada di Apotik :
34. BENOFOMIN, tersedia dalam dosis 500 mg/ tab dan 850 mg/ kapl. Dosis sehari yang dapat diberikan yaitu 1 tablet 500 mg sebanyak 3 kali sehari atau 2 kali sehari yang dosis 850 mg ,diberikan pada saat makan atau sesudah makan.
35. DIABIT, tersedia dalam dosis 500 mg. Dosis yang diberikan yaitu 3 kali sehari 500 mg dengan dosis maksimal 3 g per hari.
36. EFOMED, tersedia dalam dosis 500 mg. Dosis yang dapat diberikan yaitu sehari 2 – 3 kali yang 850 mg, diminum bersama makanan atau sesudah makan.
37. ERAPHAGE, tersedia dalam dosis 500 mg. Dosis yang diberikan pada awal terapi yaitu 500 mg 2 kali per hari, maksimum 3 kali 2 kaplet, diminum bersamaan dengan makanan atau sesudah makan.
38. FORBETES, tersedia dalam dosis 500 mg dan 850 mg. Dosis awal yang diberikan 2 kali sehari yang tablet 850 mg atau 3 kali sehari yang tablet 500 mg.
39. FORMELL, tersedia dalam dosis 500 mg dan 850 mg. Diminum saat makan atau setelah makan dengan dosis 3 kali sehari yang tablet 500 mg, dosis maksimum 3 gram per hari.
40. GLIFORMIN, tersedia dalam dosis 500 mg dan 850 mg. Dosis awal yang diberikan 0,5 g – 1 gramdosis tunggal atau terbagi dalam sehari, maksimum dapat diberikan 3 gram dalam sehari.
41. GLIKOS, tersedia dalam dosis 500 mg dan 850 mg.  Sediaan berbentuk kaplet salut selaput dan dapat diberikan bersama makanan atau sesudah makan. Dosis yang diberikan 1 kaplet salut selaput 850 mg diberikan 2 kali sehari atau 1 kaplet salut selaput 500 mg diberikan 3 kali sehari.
42. GLUCOFOR 500, tersedia dalam dosis 500 mg dan 850 mg. Pada dosis awal yang diberikan yaitu 3 kali sehari tablet salut selaput dosis 500 mg, maksimal 3 gram per hari.
43. GLUCOPHAGE XR, tersedia dalam dosis 500 mg dan 750 mg. Dosis awal yang diberikan yaitu sehari  500 mg, dapat ditingkatkan hingga 2 gram per hari.
44. GLUDEPATIC, tersedia dalam dosis 500 mg. Dosis yang diberikan 3 kali dalam sehari table 500 mg.
45. GLUFOR, tersedia dalam dosis 500mg dan 850 mg. Dosis awal yang biasa diberikan 2 kali dalam sehari 1 kaplet 500 mg atau 1 kali sehari dosis yang 850 mg. Dosis maksimal yang dapat diberikan dalam 3 kali sehari 2 kaplet 500 mg atau sehari 3 kali kaplet 850 mg.
46. GLUMIN, tersedia dalam dosis 500 mg dan 750 mg. Dosis yang diberikan jika tablet 500 mg diberikan 3 kali per hari atau tablet 750 mg diberikan 1 kali sehari.
47. GLUNOR, tersedia dalam dosis 500 mg, 850 mg, dan XR 500 mg. Dosis untuk Glunor 500 mg dapat diberikan 2 kali dalam sehari, atau dosis 850 mg diberikan 1 kali per hari dengan dosis maksimal 2 gram per hari. Untuk Glunor XR dosis awal 500 mg sekali sehari diberikan bersama makanan dengan dosis maksimun 2 gram per hari.
48. GRADIAB, tersedia dalam dosis 500 mg dan 850 mg. Dosis awal pemberian 500 mg sehari 2 kali atau 850 mg sekali sehari dengan dosis maksimum 3 kali sehari dan diberikan bersama makanan.
49. METPHAR, tersedia dalam dosis 500 mg. Dosis awal sehari 2 kali 1 kaplet, untuk pemeliharaan sehari 3 kali 1 kaplet, dengan maksimum dosis 3 kali sehari 2 kaplet.
50. NEVOX/ NEVOX XR, tersedia dalam dosis 500 mg ,850 mg dan XR 500 mg. Dosis awal yang digunakan untuk 500 mg kapl diminum 2 kali per hari dan yang 850 mg diminum sekali sehari, dosis harian maksimal 2,550 mg. Sedangkan untuk kapl XR 500 mg diminum sekali sehari, maksimal 2 gram per hari. Untuk tab XR jangan dikunyah/ dihancurkan, harus ditelan utuh.
51. REGLUS-500, tersedia dalam dosis 500 mg. Dosis yang diberikan 2-3 kali sehari 500 mg, maksimal 3 gram per hari.
52. TUDIAB, tersedi dalam dosis 500 mg. Untuk terapi initial 500 mg – 1 gram per hari dalam dosis terbagi 2 atau 3 dosis.
53. ZENDIAB, tersedia dalam dosis 500 mg. Dosis 500 mg diberikan 3 kali sehari dengan maksimum 3 gram per hari.
Contoh obat untuk diabetik oral paten dengan kandungan Pioglitazone yang ada di Apotik :
54. ACTOSMET, tersedia dalam dosis 15 mg Pioglitazone kombinasi Metformin 850 mg. Untuk dosis awal diberikan 1 kali sehari atau 2 kali sehari dengan dosis maksimum 3 tablet per hari.
55. GLIABETES, tersedia dalam dosis 30 mg. Dosis yang diberikan sehari sekali.
56. PIOGLITAZONE, tersedia dalam dosis 15 mg dan 30 mg. Dosis tunggal 15 mg atau 30 mg sekali sehari dan dapat ditingkatkan hingga 45 mg per hari.
Jika di atas merupakan contoh sediaan tablet dan kaplet salut selaput untuk obat antidiabetik oral, ada juga antidiabetik parental dengan cara kerja yang lebih cepat ,yaitu insulin seperti insulin aspart, insulin determir dan insulin glulisin. Antidiabetik Parentalberbentuk seperti pena yang terdapat jarum disposable di ujungnya , dengan satuan IU biasanya dalam 1 pen terdapat 100 IU insulin yang dapat diberikan dengan dosis tertentu untuk sekali penyuntikan. Baiknya penyimpanan pena insulin yang belum terpakai di simpan di lemari es. Berikut beberapa contoh sediaan insulin paten  di Apotek:
57. ACTRAPID HM, berisi Insulin HM rekombinan DNAkerja cepat. Pemakaiannya dosis 0.3 – 1.0 IU/ Kg/BB dan digunakan 30 menit sebelum makan.
58. HUMALOG/ HUMALOG MIX 25, berisi Humalog insulin lispro. Humalog Mix 25 insulin lispro 25%, insulin lispro protamine susp (rDNA origin) 75%. Dosis bersifat individual tergantung dari kondisi kadar gula darah.
59. HUMULIN, berisi Humulin R Regular soluble human insulin (recombinant DNA origin). Humulin N Isophane human insulin (recombinant DNA origin). Humulin 30/70 Regular soluble human insulin 30% dan isophane human insulin susp 70% (recombinant DNA origin). Dosis pemakaiannya diberikan secara intravena dan disesuaikan dengan kebutuhan individual.
60. INSULATEARD HM VIAL/ INSULATEARD HM PENFILL, berisi Insulin HM Rekombinan DNA, kerja panjang. Dosis bersifat individual, biasanya 0,3 – 1,0 IU/Kg/BB dan disuntikkan secara subkutan.
61. LANTUS, berisi Insulin Glargin 100 UI/mL. Dosis disesuaikan dengan kondisi individual, disuntikkan subkutan dan setiap saat 1 kali hanya sehari dengan waktu yang sama setiap hari.
62. LEVEMIR FLEXPEN, berisi insulin detemir 100 IU/mL, kerja panjang. Dosis awal 0,1 – 0,2 UI/kg, disesuaikan dengan individu, disuntikkan subkutan sebelum makan.
63. MIXTARD HM 30/ MIXTARD HM 30 PENFILL, berisi insulin detemir 100 UI/mL, kerja panjang. Dosis biasanya 0,3 – 1,0 IU/Kg/ hari, disuntikkan secara subkutan.
64. NOVOMIX 30, berisi insulin aspart 30%, insulin aspart terprotaminasi 70%. Dosis biasanya 0,5 – 1,0 IU/ KgBB/ hari. Dan disuntikkan secara subkutan sesaat sebelum makan.
65. NOVORAPID VIAL & FLEXPEN, berisi Insulin aspart 100 IU/mL, kerja cepat. Dosis 0,5 – 1,0 IU/KgBB/hari.
66. SANSULIN N, SANSULIN R, berisi human insulin 100 IU. Dalam pemakaian harus dicatat tempat penyuntikan karena tidak boleh terjadi penyuntikan ditempat yang sama lebih dari 1 kali dalam sebulan. Dosis awal DM I 0,5 – 1 IU/KgBB dan pada DM II 0,3 – 0,6 IU/KgBB/hari.
Itulah tadi penjelasan lengkap yang mengupas tuntas informasi Nama Obat Generik dan Paten untuk Obat Diabetes Melitus di Apotek, semoga penjelasan panjang lebar diatas dapat menambah wawasan anda mengenai obat diabetes di apotek sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan sepert terjadinya salah obat, timbulnya efek samping obat, reaksi obat, kesalahan dosis dan lain-lain. Jangan lupa apabila sakit sudah dalam keadaan yang parah jangan pernah lakukan pengobatan sendiri di rumah (swamedikasi) sebaiknya tetap periksa ke dokter spesialis. Pengobatan diabetes melitus yang keliru dapat menyebabkan komplikasi dengan penyakit lain, maka dari itu sebaiknya beli obat diabetes di apoteksesuai dengan resep yang diberikan dokter. Jangan lupa share informasi obat diabetes di apotek agar lebih bermanfaat, nantikan artikel bermanfaat selanjutnya.