40 Obat Diare / Obat Mencret Untuk Dewasa yang Tersedia di Apotek

40 Obat Diare / Obat Mencret Untuk Dewasa yang Tersedia di Apotek– Di musim peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan yaitu musim pancaroba seringkali banyak timbul penyakit musiman yang menjangkiti salah satunya yaitu wabah penyakit diare. Penyakit Diare atau yang dikenal juga dengan istilah mencret, tidak hanya dialami oleh anak-anak, namun juga diare pada orang dewasa. Pengertian diare secara medismerupakan keadaan dimana kondisi feses menjadi encer dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya, kadang bisa lebih dari 3 kali dalam sehari. Penyebab diare pun bermacam, bisa saja karena mengkonsumsi makanan terlalu pedas, terlalu asam, alergi terhadap suatu keadaan atau sering karena adanya infeksi dari bakteri yang menyerang saluran pencernaan seperti Salmonella atau E.coli. Diare dapat lebih parah jika sampai disertai dehidrasi karena kekurangan cairan dalam tubuh. Diare yang terjadi kadang hanya 2 hari dengan membeli obat diare yang dijual di Apotek, tetapi jika lebih dari 2 hari tidak kunjung membaik, sebaiknya anda segera ke Dokter atau ke Rumah Sakit.

Obat Diare / Obat Mencret Untuk Dewasa yang Tersedia di Apotek
Obat Diare / Obat Mencret Untuk Dewasa yang Tersedia di Apotek

Gejala dan tanda diare pada orang dewasa biasanya ditandai dengan berubahnya feses menjadi cair, dengan frekuensi lebih sering, yaitu 3 kali dalam 24 jam. Orang yang mengalami diare akan mengalami lemas dan pucat. Diare pada orang dewasa lebih berbahaya karena apabila terlambat ditangani akan menyebabkan terjadinya dehidrasi berat dan bahkan yang lebih buruk sampai meninggal. Maka dari itu perlu dilakukan upaya pengenalan apa itu penyakit diare, pemahaman tanda dan gejala diare, penanganan dini terserang diare, pengobatan diare demi keberhasilan dalam upaya pencegahan terjadinya diare. Salah satu nya dengan segera mengobati orang yang terserang diare agar tidak semakin parah, cara nya dengan memberikan obat diare pada orang dewasa yang ada di apotek. Apotek menjual obat diare untuk orang dewasa tanpa resep dokter baik itu obat generik untuk diare maupun obat paten untuk diare pada anak. Pengobatan diare pada orang dewasa di apotek termasuk dalam kegiatan swamedikasi atau upaya pengobatan mandiri dengan cara berkonsultasi dengan apoteker untuk memilihkan obat diare yang tepat untuk orang dewasa umur 12 tahun keatas.
1. AKITA tablet, untuk pengobatan simptomatik pada diare yang tidak diketahui penyebabnya. Dosis pada dewasa dan anak >12 tahun : 2 tablet setelah diare pertama, 2 tablet tiap kali diare berikutnya, maksimal pengunaan 12 tablet dalam sehari.
2. ARAPEC tablet dan sirup.
3. ATAGIP tablet, untuk pengobatan simptomatik pada diare yang tidak diketahui penyebabnya. Dosis untuk dewasa dan anak >12 tahun : 2 tablet setelah BAB, maksimal 12 tablet dalam 24 jam.
4. AMEROL tablet, digunakan pada diare akut dan kronik. Dosis awal untuk dewasa : 2 tablet setelah BAB, kemudian 1 tablet tiap diare, maksimal penggunaan 8 tablet dalam sehari.
5. BIODIAR tablet, untuk terapi simptomatik pada diare non spesifik. Dosis dewasa : 2 tablet setelah BAB pertama, 2 tablet tiap kali setelah BAB berikutnya. Maksimal pengunaan 6 tablet dalam sehari.
6. COLIDIUM kaplet, untuk diare akut dan kronik. Dosis dewasa awal : 2 tablet, kemudian 1 tablet tiap diare, maksimal 8 tablet sehari.
7. DIANOS tablet, untuk diare yang tidak diketahui penyebabnya secara spesifik. Dosis dewasa : 2 tablet tiap setelah BAB, maksimal 12 tablet sehari.
8. DIARAMID tablet, untuk pengobatan diare akut non spesifik dan diare kronik. Dosis dewasa : diare akut 2 tablet, diare kronik 2 tablet. Selanjutnya sesuai dengan petunjuk dokter, maksimal 8 tablet dalam sehari.
9. DIASEC tablet, untuk diare non spesifik dan diare karena radang usus. Dosis awal untuk dewasa : 2 tablet, selanjutnya 1 tablet tiap sesudah diare.
10. DIASTON kaplet, digunakan untuk diare akut yang tidak diketahui penyebabnya. Dosis dewasa untuk diare akut: awal 2 kapl kemudian 1 kapl tiap kali diare, maksimal 8 kapl per hari. Dosis dewasa untuk diare kronik: awal 2 kapl kemudian 1 kapl tiap habis BAB, maksimal 8 kapl per hari. Jika dalam 48 jam tidak ada perubahan, hentikan pengobatan.
11. GRADILEX tablet, untuk diare akut dan kronik non spesifik. Dosis dewasa: 2 tablet, kemudian 1 tablet tiah habis diare, maksimal 8 tablet dalam sehari.
12. GUANISTREP sirup, untuk terapi simptomatik diare non spesifik. Dosis dewasa 3 – 4 kali dalam sehari, sekali minum 2 sendok 5 mL sirup.
13. HUFADIAR sirup, untuk obat diare spesifik, gastroenteritis yang disebabkan Salmonella, Shigella, staphylococcus aureus, Streptococcus sp, E.coli, Entamoeba histolitica dan Giardia intestinalis. Dosis dewasa dan anak >12 tahun : sehari 4 kali 1 – 2 sendok teh.
14. IMODIUM tablet, untuk diare akut dan kronik. Dosis dewasa pada, diare akut: 2 tablet dilanjutkan dengan 1 tablet tiap diare. Diare kronik: dosis awal 2 tablet, kemudian ditambah 1-2 dosis sampai feses keras, maksimal 8 tablet sehari.
15. IMOLEX tablet, untuk diare akut dan spesifik. Dosis awal 2 tablet ,kemudian 1 tablet sesudah BAB, maksimal 8 tablet dalam sehari. Jika dalam 48 jam tidak ada perubahan, hentikan pengobatan.
16. INAMID tablet, digunakan pada diare akut dan kronik. Dosis dewasa dalam sehari 1 – 2 tablet.
17. IODIAR tablet, sebagai antidiare. Dosis dewasa 2 tablet, maksimal sehari 12 tablet.
18. KANINA suspensi, untuk pengobatan simptomatik pada diare non spesifik. Dosis dewasa dan anak >12 tahun : 3 – 4 kali sehari, 2 sendok 5 mL, atau tiap habis BAB. Maksimal 8 sendok.
19. KOLTIN suspensi, untuk pengobatan simptomatik pada diare yang tidak diketahui jelas penyebabnya. Dosis untuk dewasa dan anak >12 tahun : 2 sendok takar (10 mL) tiap BAB, maksimal 12 sendok takar dalam 24 jam.
20. LICODIUM kaplet, untuk diare akut yang tidak diketahui penyebabnya. Dosis dewasa awal : 2 kapl kemudian 1 kapl tiap habis BAB, sehari tidak lebih dari 8 kapl.
21. LICOPEC kaplet, untuk pengobatan simtomatik pada diare yang tidak diketahui penyebabnya. Dosis dewasa dan anak >12 tahun : 2 kapl tiap habis BAB, maksimal sehari 12 kapl.
22. LODIA tablet, antidiare non spesifik akut dan kronik. Dosis awal sehari 2-4 tab dalam dosis terbagi, tergantung keparahan diare, dan maksimal 8 tablet sehari.
23. LOREMID tablet, obat antidiare akut tidak spesifik dan berhubungan dengan penyakit radang usus. Dosis awal untuk dewasa : 2 tablet, kemudian diberikan 1 tablet tiap habis BAB, maksimal penggunaan 8 tablet per hari.
24. MIDIX tablet, untuk diare akut dan kronik yang tidak diketahui penyebabnya. Dosis awal 2 tablet, kemudian diberikan 1 tablet tiap habis diare,maksimal 8 tablet per hari. Penggunaan dihentikan jika dalam 48 jam tidak ada perubahan.
25. MOLAGIT tablet, untuk terapi simptomatik pada diare non spesifik. Dosis dewasa yang digunakan 2 tablet setelah BAB, maksimal 12 tablet dalam 24 jam.
26. MOTILEX tablet, antidiare non spesifik akut dan kronik. Dosis awal 2 tablet, lazimnya dalam sehari 1-2 kali maksimal 8 tablet per hari. Pengobatan dihentikan bila dalam 48 jam tidak membaik.
27. NEW DIASTOP kaplet, antidiare terapi simtomatik pada diare non spesifik. Dosis dewasa dan anak >12 tahun : 2 kapl tiap diare, maksimal 12 kapl.
28. NEW KAOLANA suspensi, antidiare pada diare non spesifik. Dosis dewasa dan anak >12 tahun : 2 sendok makan (1 sendok makan = 15 mL),maksimal 12 sendok makan dalam sehari.
29. NEO KAOMINAL suspensi, untuk meredakan gejala diare non spesifik. Dosis dewasa dan anak >12 tahun : sehari 2 sendok makan (1 sendok makan = 15 mL) atau 6 sendok teh (1 sendok teh = 5 mL), maksimal sehari 12 sendok makan atau 36 sendok teh per hari.
30. NEW DIATABS tablet, digunakan sebagai antidiare. Dosis pada dewasa dan anak >12 tahun : 2 tablet tiap habis BAB, maksimal sehari 2 kali.
31. NORMUDAL tablet, sebagai antidiare. Dosis pada dewasa awal : 2 tab, lalu tiap diare diberikan 1 tab dalam 5 hari. Maksimal penggunaan dalam sehari 8 tablet.
32. NOVADIAR suspensi, sebagai pengobatan simtomatik pada diare yang tidak diketahui penyebabnya. Dosis dewasa dan anak >12 tahun: 6 sendok teh/ 30 mL (1 sendok teh = 5 mL), maksimal 36 sendok teh perhari.
33. NOVADIUM tablet, sebagai antidiare. Dosis dewasa awal : 2 tablet, kemudian 1 tablet tiap habis BAB, maksimal 8 tablet sehari.
34. OMEGDIAR tablet dan suspensi, antidiare non spesifik. Dosis dewasa, tablet : 2 tablet setiap setelah BAB, maksimal 12 tab dalam 24 jam. Suspensi : 3 – 4 sendok susp tiap habis diare.
35. OPIDIAR suspensi, diguanakan untuk terapi antidiare non spesifik. Dosis pada dewasa : 10 mL, 3-4 kali sehari, maksimal 40 mL.
36. OPOX tablet, untuk terapi diare akut dan kronik. Dosis awal 2 tablet, maksimal 8 tablet per hari. Pemberian harus dihentikan jika dalam 48 jam tidak ada perubahan.
37. PRIMODIAR tablet, diindikasikan untuk obat diare akut non spesifik. Dosis yang digunakan untuk dewasa : 2 tablet tiap habis diare, maksimal 8 tablet sehari.
38. PULAREX tablet, digunakan sebagai obat antidiare non spesifik, mengurangi frekuensi BAB dan memperbaiki konsentrasi feses yang cair. Dosis yang digunakan pada dewasa dan anak >12 tahun : 2 tab tiap habis BAB, maksimal 6 tab dalam waktu 24 jam.
39. SANFURO suspensi, digunakan sebagai obat antidiare non spesifik, dan karena infeksi bakter E.coli dan Streptomyces pada anak. Dosis pada dewasa yang digunakan : 1 – 2 kali sendok takar 3 kali sehari.
 40. SELEDIAR kaplet, untuk pengobatan simptomatik pada diare yang tidak dketahui penyebabnya dengan jelas. Dosis dewasa dan anak >12 tahun : 2 kapl setiap habis BAB, maksimal per hari 1 kapl.
Selain dengan obat diare seperti yang disebutkan di atas, jika anda menderita diare sebaiknya juga diperbanyak minum air putih untuk mencegah terjadinya dehidrasi karena kehilangan cairan dalam tubuh. Kadang juga ditambahkan larutan Oralit 200 sebagai penunjang pengobatan pada diare, untuk mengembalikan cairan tubuh, yang berupa campuran dari gula dan garam. Oralit generik tersedia dalam kemasan sachet , dimana cara pembuatan oralit untuk mengobati diaresangat mudah yaitu 200 mL air putih dicampur dengan 1 sachet Oralit ,kemudian diminum sesuai dengan usia dan keparahan pada diare.
Jadi jika sakit diare masih berlanjut segera pergi ke Dokter atau Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan sakit diarelebih lanjut oleh dokter. Demikian ulasan kali ini mengenai obat generik dan obat paten untuk diare / mencret untuk dewasa yang dijual di apotek, semoga sedikit informasi ini bermanfaat. Jangan lupa bagikan ke teman-teman anda agar lebih bermanfaat untuk mencegah terjadinya diare pada anak, tunggu artikel informatif selanjutnya.