√ 11 Macam Jenis Injeksi atau Suntikan Berdasarkan Tempat di Tubuh

Macam jenis injeksi atau suntikan – Pemberian obat dengan cara injeksi atau suntikan banyak dipilih karena banyak memiliki keuntungan jika dibandingkan dengan cara pemberian obat yang lain misalnya oral, rektal maupun topikal. Pemberian obat secara injeksi dapat mencapai efek fisiologis dengan cepat untuk kondisi penyakit tertentu misal seperti jantung berhenti. Untuk sediaan obat yang tidak efektif diberikan secara oral atau melalui mulut dan tidak tahan pada asam lambung maka pemberian secara injeksi adalah pilihan yang tepat.
Macam jenis injeksi atau suntikan
Macam jenis injeksi atau suntikan
Pemberian secara parenteral memberikan kemungkinan bagi dokter untuk mengontrol obat, karena pasien harus kembali melakukan pengobatan. Sediaan parenteral juga dapat menimbulkan efek lokal saja seperti pada kedokteran gigi/anastesiologi jadi tidak harus bius total misal saat untuk operasi ringan. Pengobatan secara parenteral / injeksi merupakan salah satu cara untuk mengoreksi ganggun serius cairan dan keseimbangn elektrolit. Namun pemberian obat secara  injeksi biasanya untuk obat-obat yang harganya relatif lebih mahal. Selain itu sediaan injeksi harus benar-benar steril karena masalah lain dapat timbul pada pemberian obat secara injeksi / parenteral seperti septisema, infeksi jamur, inkompatibilias karena pencampuran sediaan parenteral yang tidak steril. Persyaratan sediaan injeksi / parenteraltentang sterilitas maka harus bebas dari partikel partikulat yang bebas dari pirogen. Berikut ini sekilas penjelasan tentang definisi injeksi / sediaan parenteral.
Definisi Injeksi
Injeksi adalah sediaan steril berupa larutan, emulsi, atau suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan lebih dahulu sebelum digunakan, yang disuntikkan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit atau melalui kulit atau selaput lendir. Injeksi volume kecil adalah injeksi yang dikemas dalam wadah 100 ml atau kurang. Nah itulah sedikit penjelasan mengenai definisi injekasi, setelah definisi tentang injeksi berikut ini admin rangkumkan berbagai macam jenis injeksi parenteral dan pengertiannya secara lengkap.
1. Injeksi Subkutan/ Hipodermal (s.c)
Penyuntikan yang dilakukan di bawah kulit yaitu pada jaringan konektif atau lemak di bawah dermis, seperti di lengan atas bagian luar, paha bagian depan dan di perut. Penyuntikan ini hanya digunakan untuk obat yang tidak merangsang dan larut baik dalam air atau minyak. Walaupun efek yang di dapatkan agak lambat tercapai dibandingkan dengan cara i.m atau i.v , tetapi penyuntikan ini mudah digunakan sendiri tanpa bantuan tenaga medis. Jenis suntikan ini hanya dapat digunakan untuk obat yang tidak mengiritasi jaringan sebab akan menyebabkan nyeri yang hebat setelah penyuntikan, nekrosis dan pengelupasan kulit. Contoh obat yang dapat disuntikkan dengan metode ini seperti vaksin, obat – obatan preoperasi, narkotika, insulin serta kombinasi adrenalin dan anestetika lokal.
2. Injeksi Intramuscular (i.m)
Penyuntikan dilakukan dalam otot seperti di otot pantat atau lengan atas. Absorbsi berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan metode subkutan, dapat berlangsung antara 10 – 30 menit karena lebih banyak suplai darah ke otot tubuh. Tetapi cara ini dapat menyebabkan luka pada kulit dan rasa nyeri yang menimbulkan ketakutan pada pasien. Untuk memperpanjang kerja obat sering dipakai larutan atau suspensi dalam minyak. Injeksi bertujuan untuk memasukkan obat dalam jumlah besar dibandingkan metode penyuntikan subkutan.
3. Injeksi Intravena (i.v)
Penyuntikan dilakukan di dalam pembuluh darah dengan tujuan agar obat dapat bereaksi dengan cepat mencapai target yaitu 18 detik, misalnya dalam keadaan darurat atau obat dengan metabolisme dan ekskresi cepat, guna mencapai kadar plasma tetap tinggi. Injesi ini dapat mengakibatkan reaksi – reaksi hebat seperti turunnya tekanan darah secara mendadak seperti syok, karena langsung dimasukkan ke dalam aliran darah. Bahaya trombosis dapat terjadi bila penyuntikan dilakukan terlalu sering pada satu tempat. Pemberian obat secara i.v dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu langsung disuntikkan ke dalam pembuluh vena dan melalui karet pada selang infus pada infus i.v . Obat berupa larutan dalam minyak atau yang dapat menggumpal darah tidak boleh diberikan secara i.v misalnya suntikan heparin (antikoagulan), lignokain (antiaritmia), diazepam (antikejang), dan obat anestetika tertentu.
4. Injeksi Intraarteri (i.a)
Penyuntikkan ke dalam pembuluh nadi, dilakukan untuk mendapatkan efek terlokalisasi pada jaringan atau tubuh tertentu, misalnya pada penderita kanker hati. Kadangkala ditujukan untuk keperluan diagnosis.
5. Injeksi Intracutan (i.c)
Penyuntikan dilakukan di dalam kulit dengan absorbsi sangat perlahan misalnya tuberculin test dari Mantoux.
6. Injeksi Intralumbal atau Intraseosa
Penyuntikan dilakukan ke dalam ruas tulang belakang (sumsum tulang belakang) misalnya anestetika umum, paling sering diberikan pada bayi dan anak-anak dimana akses pembuluh darah buruk dan digunakan pada kondisi darurat.
7. Injeksi Intraperitonial (i.p)
Penyuntikan ke dalam ruang selaput (rongga) perut.
8. Injeksi Intracardial
Penyuntikan dilakukan ke dalam jantung.
9. Injeksi Intrapleural
Penyuntikan dilakukan ke dalam rongga pleura.
10. Injeksi Intraarticuler
Penyuntikan dilakukan ke dalam celah – celah sendi.
11. Injeksi Intratekal
Obat langsung disuntikkan ke dalam ruang subaraknoid spinal pada infeksi SSP yang akut. Suntikan biasanya digunakan untuk obat yang tidak dapat mencapai otak akibat adanya sawar darah otak.

Demikian penjelasan singkat mengenai 11 macam jenis injeksi / penyuntikkan berdasarkan tempat di tubuh. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda, terima kasih sudah mampir di blog inFarmasi.com jangan lupa