√ 13 Contoh Hewan Uji / Hewan Percobaan Untuk Penelitian di Laboratorium

Contoh Hewan Uji Laboratorium untuk Penelitian– Sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dan profesor pasti membutuhkan pengujian akhir terhadap sampel terlebih dahulu, bahkan pada waktu masa kuliah seperti dokter, apoteker, bidan, perawat dan ahli gizi untuk memperoleh gelar akhir sebagai seorang sarjana maka harus melakukan sebuah penelitian terlebih dahulu. Salah satu langkah penting dalam tahap penelitian yaitu pengujian sampel. Pengujian sampel penelitian biasanya akan dilakukan dengan menggunakan hewan uji atau hewan percobaan, nanti setelah formula diujikan terhadap beberapa sampel pada hewan uji coba maka setelah data hasilnya diketahui baru bisa ditarik kesimpulan dari sebuah uji penelitian. Selain untuk penelitian pada jurusan khusus seperti kedokteran dan farmasi, praktikum pengujian pada hewan uji coba wajib digunakan pada waktu praktikum di laboratorium untuk memperoleh data yang valid sebagai bagian dari pembelajaran.
Contoh Hewan Uji Laboratorium untuk Penelitian
Contoh Hewan Uji Laboratorium untuk Penelitian
Hewan uji atau hewan percobaanadalah hewan yang sengaja dipelihara dan diternakkan untuk dipakai sebagai hewan model, dan juga untuk mempelajari dan mengembangkan berbagai macam bidang ilmu dalam skala penelitian atau pengamatan laboratorik. Animal model atau hewan model adalah objek hewan sebagai imitasi (peniruan) manusia (atau spesies lain), yang digunakan untuk menyelidiki fenomena biologis atau patobiologis. Ada 3 klasifikasi untuk hewan uji yaitu :
– Exploratory (penyelidikan) : untuk memahami mekanisme biologis, apakah termasuk mekanisme dasar yang normal atau mekanisme yang berhubungan dengan fungsi biologis yang abnormal.
– Explanatory (penjelasan) : untuk memahami lebih banyak masalah biologis yang kompleks.
– Predictive (perkiraan) : bertujuan untuk menentukan dan mengukur akibat dari perlakuan, apakah sebagai cara untuk pengobatan penyakit atau untuk memperkirakan tingkat toksisitas suatu senyawa kimia yang diberikan.
Faktor Penting saat Memilih Hewan Uji Coba untuk Penelitian
Faktor – faktor yang harus diperhatikan dalam memilih spesies hewan uji coba yaitu antara lain :
– mudah dalam hal pemeliharaan
– hewan termasuk dalam golongan yang bereproduksi cepat dan banyak
– memiliki rasio kematian atau kegagalan yang rendah
– memperhitungkan kelamin hewan saat dewasa dengan tepat
– penyediaan pakan dan minum yang mudah didapat
– kandang penyimpanan sementara yang sederhana
– rasio kawin harus diperhatikan
1. Lalat buah
Digunakan sebagai hewan penelitian untuk mengetahui penyakit yang menyerang manusia, karena pada lalat buah dapat ditemukan 75 % gen manusia yang terserang infeksi penyakit. Selain itu lalat buah juga memiliki gen Hox, suatu gen yang yang sama pada manusia yang menentukan pertumbuhan anggota tubuh saat masih dalam kandungan. Lalat buah sudah lama digunakan sebagai hewan coba alasanya karena hewan ini mudah diternakkan, saat bertelur dapat menghasilkan ratusan bahkan ribuan hanya dalam waktu satu minggu. Sehingga para peneliti dapat dengan mudah mengamati jika ada yang bermutasi.
2. Cacing
Cacing memiliki struktur tubuh yang sederhana ,yang hanya terdiri darai 959 sel di dalam tubuhnya, hal ini yang membuat para ilmuwan menggunakan cacing karena mudah untuk dilakukan penelitian mengenai perkembangan dari setiap sel di tubuhnya. Cacing ini juga memiliki kepekaan terhadap RNA interference, teknik yang digunakan ilmuwan untuk dapat mematikan dan menghidupkan kembali gen cacing secara berulang untuk mengungkapkan fungsi setiap sel dan kaitannya dengan penyakit. Cacing termasuk hewan yang sensitif terhadap lingkungannya, karena adanya reseptor sensorik yang menyebar di seluruh tubuhnya.
3. Nyamuk
Nyamuk digunakan sebagai hewan uji cobayaitu ketika akan mengetahui efek kemampuan suatu zat pembunuh nyamuk yang berasal dari tanaman atau bahan kimia. Nyamuk mengalami masa metamorfosis meliputi fase telur – larva – pupa – dan nyamuk dewasa. Nyamuk memiliki kemampuan reproduksi yang cepat dan tinggi, yaitu sekali bertelur dapat menghasilkan sekitar 30 – 300 telur pada satu tempatyang akan menetas menjadi larva dalam waktu 2 – 3 hari. umur nyamuk betina sekitar 8 – 15 hari dan umur nyamuk jantan sekitar 3 – 6 hari. begitu nyamuk dewasa jantan menetas maka akan langsung mencari nyamuk dewasa betina untuk melakukan perkawinan. Nyamuk menggigit dan menghisap darah manusia puncaknya pada waktu siang hari, tetapi nyamuk juga akan berterbangan antara jam 8 – 10 pagi dan jam 3 – 5 sore.
4. Katak
Katak sering kali digunakan pada praktikum murid di sekolah maupun mahasiswa di universitas dengan metode pembedahan. Katak mudah di dapatkan dan harganya pun tidak terlalu mahal, memiliki permukaan kulit yang licin menyebabkan katak agak sulit untuk ditangani. Jadi katak jarang digunakan sebagai hewan penguji suatu obat atau penyakit, tetapi lebih digunakan sebagai bioindikator lingkungan, yaitu organisme atau respon biologis untuk mengetahui suatu tempat ada tidaknya polutan. Katak memiliki peranan penting sebagai indikator suatu lingkungan tercemar atau tidak, dilihat dari bagian kulit katak karena katak bernafas menggunakan kulit tubuhnya. Sehingga ketika suatu lingkungan sudah tercemar polusi, maka katak akan mengalami gangguan saat melakukan pernafasan dengan kulitnya yang akibatnya membuat populasi katak akan berkurang.
5. Mencit Putih
Alasan mencit digunakan sebagai salah satu hewan yang paling banyak digunakan untuk hewan uji adalah karena merupakan golongan mamalia yang cepat berkembang biak, interval kelahiran pendek, jumlah anak perkelahiran tinggi, mudah beradaptasi dengan suhu lingkungan dan tempat tinggal yang baru, sifat anatomis dan fisiologisnya terkarakteristik dengan baik artinya struktur organ dan fungsi tubuhnya mirip dengan manusia karena terdapat 6.000 gen yang sama (dari total kurang lebih 30.000 gen) antara manusia dengan mencit. Dan yang paling penting karena hewan ini mudah dan murah di dapatkan, serta pemeliharaannya yang tidak sulit walaupun dalam jumlah banyak.
6. Tikus Putih
Hewan ini termasuk yang paling banyak digunakan sebagai hewan percobaan di laboratorium. Alasan pemilihan tikus putih sebagai hewan uji karena reproduksi yang tinggi. Tikus memiliki waktu jangka hidup antara 2 – 3 tahun, dan reproduksinya untuk menghasilkan keturunan cukup tinggi, sehingga hewan ini tidak mudah terancam punah. Selain itu hewan tikus putih juga mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Mudah dan murah di dapat juga menjadikan alasan hewan tikus kerap dijadikan hewan percobaan selain juga memiliki karakteristik yang mirip dengan manusia dan struktur tubuhnya yang mudah dipahami.
7. Kelinci
Penggunaan kelinci sebagai hewan model dikarenakan selain termasuk dalam kelas mamalia, kelinci mempunyai potensi biologis yang tinggi, yaitu kemampuan reproduksinya yang tinggi, cepat berkembang biak, interval kelahiran yang  pendek, prolifikasi yang sangat tinggi, mudah pemeliharan dan tidak membutuhkan lahan yang luas. Dan hewan ini juga mudah untuk dipelihara serta mudah dijinakkan sehingga penanganan di laboratorium tidaklah susah.
8. Marmut
Hewan ini juga kadang dijadikan hewan uji pada percobaan di laboratorium, karena hewan ini tergolong jinak dan mudah ditangani. Hewan ini hampir mirip dengan tikus putih yang digunakan dalam percobaan, hanya saja pada marmut memiliki kekurangan yaitu suhu tubuhnya agak tidak mirip dengan suhu tubuh manusia sehingga masih agak jarang digunakan.
9. Babi
Hewan ini memang masih belum lazim digunakan sebagai hewan percobaan apalagi di Indonesia, tetapi ternyata kulit hewan babi memiliki kemiripan dengan secara histologis dan fisiologis dengan kulit manusia, sehingga babi dapat digunakan untuk hewan uji tentang penyakit yang berhubungan dengan kulit manusia. Selain itu penggunaan babi sebagai model untuk penanganan kasus colesistektomi pada manusia ini dikarenakan lobus-lobus dan kantung empedu yang terdapat pada hati babi (yaitu dua lobus besar dan dua lobus kecil) mirip sekali dengan manusia.
10. Domba
Domba merupakan hewan yang senang membentuk kelompok besar karena merupakan hewan dataran rendah, sehingga dalam pemeliharaan di laboratorium harus berhati-hati jika domba dipisahkan dari kelompoknya akan mudah mengalami stress. Tetapi pemeliharaan domba yang tidak terlalu mahal, persyaratan kandang yang sederhana dan pakannya mudah didapat menjadi keunggulan hewan ini sebagai hewan uji laboratorium.  Domba biasanya digunakan sebagai sumber sel darah merah untuk memproduksi antibodi dan dapat diperoleh serum dalam jumlah yang besar. Domba dapat pula digunakan dalam percobaan dasar seperti  percobaan fisiologi, farmakologi, endokrinologi, biokimia, percobaan bedah eksperimental dan penelitian anestesi. Ukuran tubuh domba yang besar dan memiliki  bobot tubuh yang menyerupai manusia, sangat cocok dan sesuai bila digunakan dalam aplikasi penelitian sebagai hewan model untuk manusia
11. Kucing
Kucing sebenarnya merupakan hewan peliharaan yang masih jarang digunakan sebagai hewan uji percobaan, karena hewan ini cenderung kurang jinak atau tidak kooperatif dan lebih agresif sehingga sulit ditangani dan mempunyai cakar yang tajam yang dapat melukai. Tetapi kucing memiliki data fisiologi tekanan darah yang sama dengan manusia, sehingga dapat digunakan pada percobaan yang berhubungan dengan tekanan darah atau hipertensi pada manusia. Dan juga penggunaan kucing sebagai hewan model dalam penelitian sangat penting untuk  percobaan fisiologi karena besarnya memadai sehingga dapat digunakan untuk model  pembedahan. Selain itu kucing juga mudah dianestesi untuk jangka panjang dan tekanan darah yang bagus biasanya dapat dipertahankan.
12. Primata (Monyet / Kera)
Jenis primata yang sering digunakan untuk hewan coba adalah monyet ekor panjang, karena sifat alamiah yang dimilikinya menyerupai sifat alamiah pada manusia. Monyet dan kera merupakan kelompok hewan primata yang dari segi anatomi, fisiologi, psikologi dan tingkah laku yang paling dekat dengan manusia. Sehingga tidak heran jika hewan primata dijadikan hewan uji coba untuk menemukan pengobatan bagi penyakit yang berbahaya bagi manusia.
13. Laba-laba
Hewan yang memiliki delapan kaki ini termasuk hewan uji yang digunakan dalam penelitian toksisitas. Laba-laba memiliki bentuk yang kecil namun laba-laba memiliki racun yang sangat berbahaya, maka dari itu beberapa ilmuwan yang melakukan penelitian terhadap hewan laba-laba kebanyakan bertema tentang uji toksisitas laba-laba untuk mengetahui efek toksin atau racun pada laba-laba yang dapat membunuh mangsanya.
Itulah tadi macam-macam hewan yang dapat digunakan sebagai hewan uji atau hewan percobaan pada penelitian maupun praktikum untuk mengetahui hipotesis. Nah apabila anda memiliki informasi tentang hewan uji yang belum ada di daftar hewan uji laboratorium diatas silahkan tambahkan di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih sudah mampir di blog inFarmasi.com, semoga ulasan mengenai berbagai jenis hewan uji pada penelitian ini menambah wawasan dan pengetahuan anda. Jangan lupa share dan nantikan artikel menarik selanjutnya ya….

62 Replies to “√ 13 Contoh Hewan Uji / Hewan Percobaan Untuk Penelitian di Laboratorium”

  1. Hello there! I know this is kinda off topic but I’d figured
    I’d ask. Would you be interested in trading links
    or maybe guest writing a blog article or vice-versa?
    My site goes over a lot of the same topics as yours and I
    think we could greatly benefit from each other. If you happen to
    be interested feel free to send me an e-mail.
    I look forward to hearing from you! Fantastic blog by the way!

  2. Hey there just wanted to give you a quick heads up and let you know a few of the images aren’t
    loading correctly. I’m not sure why but I think its a linking issue.
    I’ve tried it in two different web browsers and both show the same outcome.

  3. I think this is one of the such a lot vital info for me.
    And i am satisfied reading your article. However should commentary on some
    common things, The site style is perfect, the articles is in point of fact nice : D.
    Just right task, cheers

  4. Just wish to say your article is as surprising. The clearness in your publish
    is just nice and i can assume you’re an expert in this subject.
    Well together with your permission allow me to take hold of your RSS feed to stay updated with coming near near post.

    Thanks 1,000,000 and please continue the gratifying work.

  5. Hi there! Would you mind if I share your blog with my zynga group?
    There’s a lot of folks that I think would really enjoy your content.
    Please let me know. Many thanks

  6. What i do not realize is actually how you are not actually a lot more neatly-favored than you might be now.

    You are so intelligent. You realize therefore considerably in relation to this topic, produced me in my
    view imagine it from a lot of various angles. Its like men and women don’t seem to
    be interested until it’s one thing to accomplish with Lady gaga!
    Your individual stuffs great. All the time maintain it up!

    adreamoftrains best web hosting 2020

  7. Pretty section of content. I just stumbled upon your website and in accession capital to assert that I
    acquire actually enjoyed account your blog posts. Anyway I will be
    subscribing to your augment and even I achievement you access consistently rapidly.

  8. We stumbled over here by a different page and thought I might as well check things out.
    I like what I see so now i’m following you.
    Look forward to looking over your web page yet again.

  9. Magnificent beat ! I would like to apprentice while you amend your web site, how can i
    subscribe for a blog web site? The account aided me a acceptable deal.
    I had been a little bit acquainted of this your broadcast offered bright clear idea 3gqLYTc cheap flights

  10. Hello there, You’ve done a great job. I’ll definitely digg it and personally recommend to my friends.
    I am sure they will be benefited from this website.

  11. You have made some decent points there. I checked on the internet for additional information about the issue and found most individuals will go along with your views on this website.

Leave a Reply

Your email address will not be published.