√ 15 Jenis Penyakit yang dapat Diobati dengan Swamedikasi

Penyakit yang dapat diobati dengan swamedikasi– Pengertian swamedikasi (Self Medication) atau pengobatan sendiri menurut Permenkes No. 919/MENKES/PER/X/1993 adalah upaya seseorang dalam mengobati gejala penyakit tanpa konsultasi dengan Dokter terlebih dahulu. Tindakan swamedikasi tersebut bertujuan mengatasi masalah kesehatan baik keluhan, gejala, dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat, misal seperti batuk, pilek, demam, sakit kepala, sakit maag, gatal-gatal, sampai iritasi ringan pada mata dengan menggunakan obat-obatan yang dikonsumsi tanpa berkonsultasi dahulu dengan Dokter. Namun bukan berarti asal mengobati tetapi pasien harus mencari informasi obat yang sesuai dengan penyakitnya dan berhak mendapatkan informasi obat yang obyektif dan rasional.
Penyakit yang dapat diobati dengan swamedikasi
Penyakit yang dapat diobati dengan swamedikasi
Definisi swamedikasi menurut WHO (World Health Organization) didefinisikan sebagai pemilihan dan penggunaan obat-obatan (termasuk produk herbal dan tradisional) oleh individu untuk mengobati penyakit atau gejala yang dapat dikenali sendiri. Swamedikasi diartikan sebagai penggunaan obat-obatan tanpa resep Dokter oleh masyarakat atas inisiatif penderita (pasien). Swamedikasi menjadi alternatif bagi masyarakat untuk meningkatkan keterjangkauan pengobatan. Pada pelaksanaannya swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan (medication error), karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat dan penggunaannya. Dalam hal ini Apoteker dibantu oleh Aisten Apoteker (AA) dituntut untuk dapat memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat terhindar dari penyalahgunaan obat (drug abuse) dan penggunasalahan obat (drug misuse), karena masyarakat cenderung hanya tahu merk dagang obat tanpa tahu zat berkhasiatnya. Dan mendukung swamedikasi yang bertanggung jawab (responsible self medication) untuk menegaskan penggunaan obat bebas yang tepat oleh pasien dengan bantuan tenaga kesehatan bila diperlukan. Untuk lebih lengkapnya silahkan simak penjelasan di bawah ini mengenai jenis penyakit yang dapat dilakukan pengobatan secara swamedikasi.
1. Batuk
– Obat yang dapat digunakan antara lain :
– Obat batuk berdahak ( Ekspektoran ) : Gliserilis guaiakolat, Bromheksin dan kombinasinya, dan OBH.
– Obat penekan batuk ( Antitusif) : Dekstrometorfan HBr, Difenhydramin HCl
2. Flu
Obat yang dapat digunakan antara lain :
– Antihistamin : seperti CTM, Difenhidramin HCl
– Oksimetazolin
– Dekongestan Oral : Fenilpropanolamin, Fenilefrin, Pseudoefedrin dan Efedrin.
– Antitusive / Ekspektoran
– Antipiretik dan analgesik : Parasetamol
3. Demam
Obat yang dapat digunakan antara lain :
– Antipiretika : Parasetamol/ Asetaminofen, Asetosal/ Aspirin
– AINS : Ibuprofen
4. Nyeri
Obat yang dapat digunakan antara lain :
– Analgetik/ antipiretik : Parasetamol, Asetosal
– AINS : Ibuprofen
5. Sakit Maag
Obat yang digunakan antara lain :
– Obat Antihiperasiditas : Senyawa aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida
– Kombinasi obat antihiperasiditas dan penghambat reseptor H2 : Alumunium Hidroksida dan Magnesium hidroksida dan Famotidin.
6. Cacingan
Obat yang dapat digunakan antara lain :
– Obat Antehelmintika seperti Pyrantel pamoat, Mebendazol, dan Piperazin.
7. Diare
Obat yang dapat digunakan antara lain :
– Mencegah dehidrasi : menggunakan oralit
– Obat anti diare golongan adsorben seperti : Norit (karbo adsorben), kombinasi Kaolin dan Pektin serta Attapulgit.
8. Biang keringat
Obat yang dapat digunakan antara lain :
Salisilat talk dan sediaan yang mengandung Kalamin baik dalam bentuk bedak maupun lotion.
9. Jerawat
Obat yang dapat digunakan untuk mengurangi gangguan jerawat adalah :
– Obat yang mengandung Sulfur
– Resorsinol
– Asam Salisilat
– Benzoil Peroksida
– Triklosan dalam bentuk bedak, krim atau gel.
10. Kadas/ Kurap dan Panu
– Obat yang dapat digunakan antara lain :
– Obat anti jamur golongan imidazol : Klotrimazol, Mikonazol nitrat
– Obat abti jamur golongan asam : Asam undesilenat, seng undesilenat, Kalium propiat, dan Natrium propionat.
11. Ketombe
Hal yang dapat dilakukan adalah tidak menggaruk untuk mencegah infeksi, mengolesi kulit kepala dengan minyak zaitun, seta rajin mencuci rambut 3 – 4 kali seminggu.
– Obat yang dapat digunakan adalah :
– Shampoo yang mengandung Selenium/ Zinc pyritone
– Shampoo yang mengandung Mundidone ( Povidone iodine 4 % ) dan
– Resorsinol dalam bentuk salep dengana kadar 1 – 2 % dan lotion ( cairan ), digunakan sebagai antibakteri, antijamur, antiiritan lokal dan keratolitik.
12. Kudis
Obat yang dapat digunakan yaitu :
– Sediaan yang mengandung Gamaheksan ( lindane ) 0.5 %, Triklorokarbanalida 0.5 %, Asam salisilat 2%, dalam bentuk salep dan digunakan untuk mengatasi kudis , kutu rambut, kurap dan infeksi kulit lainnya.
– Sediaan yang mengandung lindane 1 % dan asam usnat 1 %, dalambentuk salep untuk mengurangi gejala kudis.
13. Kutil
Obat yang dapat digunakan antara lain :
Obat yang mengandung asam salisilat 2 gram, asam laktat 0.5 gram dan polidokanol 0.2 gram digunakan untuk penebalan kulit yang mengeras di jari – jari kaki, kutil, mata ikan dan kapalan. Perlu diperhatikan untuk tidak mengenai kulit yang sehat, mata dan mulut. Jangan dioleskan pada tanda lahir, kulit yang berambut, kutil di bawah kemaluan, atau di muka. Pemakaian dioleskan 1 tetes pada pagi dan malamm hari.
– Asam salisilat, karena memiliki  efek keratolitik. Pemakaian dioleskan 1 tetes 2 kali sehari.
– Asam laktat, karena memiliki efek kaustik. Pemakaian dioleskan 1 tetes 2 kali sehari.
14. Luka Bakar
Obat yang mengandung perak sulfadiazin dalam bentuk bentuk krim atau salep , digunakan 2 kali sehari atau sesering mungkin bila diperlukan dan ditutup dengan perban. Tetapi obat ini tidak boleh diberikan untuk bayi prematur, bayi yang baru lahir maupun ibu yang sedang hamil. Obat yang mengandung oleum iecoris asseli ( minyak ikan ) dalam bentuk salep 10 %, untuk membantu penyembuhan luka bakar ,digunakan 2 sampai 3 kali sehari, tetapi tidak boleh dipakai pada luka bakar yang sudah mengalami infeksi.
15. Luka Iris atau Luka Serut
Luka iris adalah luka karena benda tajam dengan pinggir-pinggir luka yang rapi, sedangkan luka serut (gesek atau aberasi) adalah suatu cedera pada permukaan kulit. Penyebabnya adalah benda tajam maupun benda dengan permukaan kasar yang bergesekan dengan kulit. Kedua jenis luka ini banyak terjadi dan tidak berbahaya sehingga dapat dirawat di rumah. Kompikasi dapat terjadi bila luka terbuka, pendarahan banyak dan infeksi bakteri (demam, radang dan pembentukan nanah).
Nah itulah tadi kumpulan jenis penyakit yang dapat diobati dengan swamedikasi. Apabila ada pertanyaan seputar ulasan kali ini silahkan tinggalkan di kolom komentar di bawah ini, semoga postingan kali ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat bagi anda. Terima kasih sudah mampir di blog inFarmasi.com, jangan lupa nantikan artikel bermanfaat selanjutnya..