√ 24 Bagian Resep dan Salinan Resep Obat

Bagian resep dan salinan resep – Resep adalah permintaan tertulis dari seorang dokter (dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, atau dokter hewan) yang ditujukan kepada seorang apoteker (Apotek, IFRS, Puskesmas) yang telah disumpah dan memiliki surat tanda regsitrasi apoteker untuk menyediakan, meracik, membuat dan memberikan obat kepada pasien sebagai hubungan profesional antara dokter, apoteker, dan pasien. Berdasarkan undang-undang yang diperbolehkan menulis resep dokter umum atau dokter spesialis (tak dibatasi), dokter gigi (dibatasi jenis obat berdasarkan sakit gigi dan mulut), dokter hewan (dibatasi hanya untuk keperluan hewan saja).
Bagian resep dan salinan resep
Bagian resep dan salinan resep
Resep ditinjau dari S.K. MENKES R.I. no. 280/Menkes/SK/V/1981 dalam jangka waktu lebih dari 3 tahun, resep dapat dimusnahkan oleh Apoteker dengan membuat berita acara (proses verbal) pemusnahan. Penyimpanan resep diatur berdasar tanggal dan nomor urut pembuatan, disimpan kurang lebih selama 3 tahun. Resep harus ditulis dengan jelas dan lengkap, apabila resep tidak dapat dibaca apoteker harus menanyakan kepada dokter penulis resep. Resep biasanya ditulis dengan format yang dicetak, mengandung ruang kosong tempat penulisan informasi yang diperlukan. Format ini disebut blangko resep.
Aturan Umum Dalam Menulis Resep
1. Dokter yang menandatangi resep bertanggung jawab terhadap resep
2. Resep harus dapat dibaca, sekurangnya oleh petugas apotek
3. Resep ditulis dengan tinta
4. Tanggal resep ditulis jelas
5. Umur pasien ditulis jelas
6. Hindari menggunakan angka desimal
7. Satuan isi gunakan ml, bukan cc
8. Jumlah obat tanpa satuan berat, dianggap gram
9. Gunakan bahasa latin/singkatan latin yang lazim
Alasan Digunakannya Bahasa Latin Dalam Resep Dokter
a. Merupakan bahasa yang sudah mati, artinya tidak dipakai lagi dalam percakapan sehari-hari. So, bahasa ini tidak tumbuh membentuk kosakata-kosakata baru.
b. Merupakan bahasa internasional dalam dunia kesehatan, khususnya pada profesi kedokteran dan kefarmasian.
c. Tidak menimbulkan dualisme arti tentang bahan yang dimaksud dalam resep
d. Adanya faktor psikologis yang terkadang penderita sebaiknya tidak mengetahui bahan obat yang diberikan.
Penulisan resep ditulis dengan bahasa latin, tidak saja untuk penulisan nama obat tetapi juga ketentuan mengenai pembuatan atau bentuk obat, termasuk petunjuk aturan pemakaian obat yang pada umumnya ditulis berupa singkatan (Zaman dan Joenoes, 1990). Pengetahuan tentang singkatan ini merupakan hal yang sangat diperlukan untuk pendistribusian (dispensing) obat oleh apoteker kepada pasien. Resep atau pesanan yang baik harus berisi informasi yang cukup untuk memudahkan apoteker menemukan kemungkinan kesalahan sebelum obat dibagikan atau digunakan oleh pasien.
bagian-bagian resep obat
bagian-bagian resep obat
1. Inscriptio
Berisikan identitas dokter penulis resep, SIP (Surat Ijin Praktek) dokter, alamat dokter, kota, tanggal penulisan resep dan tanda “R/”.
2. Praescriptio
Berisikan inti resep yang terdiri dari : nama obat, bentuk sediaan obat, dosis obat, jumlah obat.
3. Signatura
Berisikan petunjuk pemakaian obat, nama pasien, umur pasien, BB (berat badan) pasien, alamat pasien.
4. Subscriptio
Tanda tangan atau paraf dokter.
5. Invocatio
Tanda buka penulisan resep dengan tanda R/ 
Salinan Resep (Apograph)
Menurut Kepmenkes no.280 th 1981, yang dimaksutkan salinan resep adalah salinan yang dibuat apotek, selain memuat semua keterangan yang terdapat dalam resep asli harus memuat adanya nama dan alamat apotek, nama dan SIA apoteker, tanda tangan atau paraf APA, det/ detur untuk obat yang sudah diserahkan atau ne detur untuk obat yang belum diserahkan, nomor resep dan tanggal pembuatan. Sedangkan menurut Permenkes no. 922 th 1993 pasal 117, Salinan resep harus ditandatangani oleh seorang apoteker. Resep atau salinan resep hanya boleh diperlihatkan kepada dokter penulis resep atau yang merawat pasien, pasien yang bersangkutan, petugas kesehatan atau petugas lain yang berwenang menurut peraturan perundangan yang berlaku.
bagian-bagian salinan resep
bagian-bagian salinan resep
6. Nama Apotek
7. Alamat dan no telp Apotek
8. Apoteker penanggung jawab
9. No izin kerja Apoteker
10. Tanggal penulisan Resep
11. Tulisan salinan Resep
12. Nama pasien dan nama Dokter yang menulis Resep
13. Tanggal Resep dan tanggal pembuatan
14. No Resep
15. Paraf dan Cap Apotek

Baca juga : “ 92 Daftar Obat Wajib Apotek

Demikianlah penjelasan singkat tentang bagian-bagian resep dan salinan resep yang berhasil admin inFarmasi.com himpun dari berbagai sumber. Semoga ulasan mengenai bagian resep dan salinan resep ini dapat bermanfaat serta menambah wawasan anda tentang dunia kefa