√ 7 Prinsip Tepat Pemberian Obat yang Harus Kamu Ketahui

7 tepat pemberian obat – keberhasilan dalam sebuah terapi pengobatan dapat dipengaruhi oleh faktor apa saja. Dalam ilmu kefarmasian tahap pemilihan obat sangat menentukan keberhasilan terapi pengobatan pada pasien. Dalam ilmu kedokteran tahapan diagnosa penyakit juga sangat menentukan untuk mengambil langkah apa yang tepat yang harus dilakukan selanjutnya. Sedangkan salah satu faktor dari pasien sendiri juga menjadi salah satu faktor keberhasilan terapi pengobatan yaitu kepatuhan pasien. Semua faktor tersebut adalah faktor penting yang berkaitan satu sama lain, jika salah satu faktor tidak terpenuhi maka tingkat keberhasilan pengobatan pasien dipastikan tidak maksimal.
7 tepat pemberian obat
7 tepat pemberian obat
Dalam dunia farmasi terutama bagi seorang farmasis maka wajib memberikan ilmu kefamasian yang dimiliki nya untuk membantu meningkatkan tingkat keberhasilan pasien dengan mensosialisasikan minimal kepada keluarga, teman atau sahabat terdekat tentang 7 tepat pemberian obat. Karena banyak kasus yang terjadi akibat hal sepele misalnya kurangnya sosialisasi tentang informasi penggunaan obat antibiotik maka dari itu memicu terjadinya resistensi antibiotik akibat kesalahan penggunaan obat atau medication error. Maka dari itu admin inFarmasi.com tertarik untuk membagikan ilmu kefarmasian yang berkaitan dengan pemberian obat yang harus kamu ketahui. Berikut di bawah ini penjelasan selengkapnya tentang 7 prinsip tepat pemberian obat dalam terapi pengobatan.
1.Tepat Pasien
Pemberian obat yang tidak tepat pasien dapat terjadi seperti pada saat resep melalui telepon, pasien yang masuk bersamaan, kasus penyakitnya sama, suasana sedang ramai atau adanya pindahan pasien dari ruang satu ke ruang yang lainnya. Untuk mengurangi kejadian tidak tepat pasien dapat dilakukan antara lain : menanyakan nama panjang atau mengecek pasien pada papan nama di tempat tidur.
2. Tepat Obat
Untuk menjamin obat yang diberikan benar, label atau etiket harus dibaca dengan teliti setiap akan memberikan obat. Label atau etiket yang perlu diteliti antara lain : nama obat, sediaan, konsentrasi, dan cara pemberian serta Experied date. Kesalahan pemberian obat sering terjadi jika obat yang disiapkan melalui wadah tanpa identitas atau label yang jelas.
3. Tepat Waktu
Pemberian obat berulang, lebih berpotensi menimbulkan pemberian obat yang tidak tepat waktu. Banyak obat yang pemberiannya menuntut harus tepat waktu, pemberian obat terlalu cepat atau terlalu lambat dapat berakibat serius. Contoh Dopamin harus diberikan antara 2 – 10 mg/ Kg/ menit, jika dopamin diberikan secara cepat dapat menyebabkan kematian.
Bagi kebanyakan obat waktu yang di telannya tidak begitu penting, yaitu sebelum atau sesudah makan. Tetapi ada pula obat dengan sifat atau maksud pengobatan khusus guna menghasilkan efek maksimal atau menghindari efek samping tertentu. Sebenarnya resorpsi obat dari lambung yang kosong berlangsung paling cepat karena tidak dihalangi oleh isi usus, contohnya :
# Obat-obat yang diharapkan memberikan efek yang cepat sebaiknya ditelan sebelum makan, misalnya analgetika ( kecuali asetosal )
# Obat-obat yang sebaiknya diberikan pada lambung kosong yakni 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan adalah Penisilin, Sefalosporin, Eritromysin, Rovamysin, Linkomisin, dan Klindamisin, Rifampisin dan Tetrasiklin.
# Obat-obat lain yang bersifat merangsang mukosa lambung harus digunakan pada waktu atau setelah makan, meskipun resorpsinya menjadi terhambat, misalnya oabt – obat kortikosteroid dan rematik, antidiabetika oral, garam – garam besi ,obat cacing dan sebagainya.
4. Tepat Dosis
Dosis yang tidak tepat dapat menyebabkan kegagalan terapi atau timbul efek yang berbahaya. Kesalahan dosis sering terjadi pada pasien anak – anak lansia atau pada orang obesitas.
5. Tepat Rute
Rute dan cara pemberian obat adalah jalur obat masuk ke dalam tubuh. Jalur pemberian yang salah dapat berakibat fatal atau minimal obat yang diberikan tidak efektif.
6. Tepat Dokumentasi
Aspek dokumentasi atau riwayat pengobatan pasien sangat penting dalam pemilihan dan pemberian obat karena sebagai sarana untuk evaluasi. Dokumentasi merupakan bagian dari pemberian obat yang rasional. Pemberian obat yang harus di dokumentasikan meliputi : nama obat, dosis, rute pemberian, tempat pemberian, alasan pemberian obat dan tanda tangan yang memberikan.
7. Tepat Informasi
Paramedis atau tenaga medis mempunyai tanggung jawab yang besar berkaitan dengan informasi pemberian obat, antara lain harus mengecek permintaan dokter baik berupa resep langsung maupun resep melalui telepon/ fax, frekuensi pemberian, indikasi, dosis dan rute pemberian.
Demikian sedikit ilmunya mengenai 7 prinsip tepat pemberian obat yang harus kamu ketahui. Semoga ulasan kali ini dapat menambah wawasan anda di bidang farmasi. Bila ada kritik, saran ataupun pertanyaan silahkan tinggalkan komentar anda di kolom komentar di bawah ini, terima kasih sudah mampir di blog inFarmasi.com jangan lupa nantikan artikel menarik selanjutnya.