√ 11 Jenis Gangguan Jantung dan Penggolongan Obat Jantung

Jenis gangguan jantung dan penggolongan obat jantung– beberapa jenis gangguan jantung tercatat sebagai penyakit silent killer yang menjadi penyebab orang meninggal dunia secara mendadak akibat serangan jantung. Penyakit jantung yang paling berbahayabisa mengintai kita semua maka dari itu mulai dari sekarang kita harus sadar akan pentingnya cara merawat jantung agar jantung sehat. Salah satu cara menjaga agar jantung tetap sehat adalah dengan olahraga yang teratur, menjaga pola makan dan menjaga pola hidup sehat. Selain itu kita juga harus menghindari pantangan makanan pada penyakit jantung. Dengan menjaga pola makan yang sehat bagi penderita gangguan jantung diharap dapat mengurangi kematian mendadak akibat serangan jantung. Selain perilaku hidup sehat untuk jantung sehat dan menjaga pola makan untuk sehat kita juga harus paham mengenai jenis-jenis gangguan jantung.
jenis gangguan jantung
jenis gangguan jantung
Belajar memahami apa itu penyakit jantung dan jenis-jenis gangguan jantung diharapkan dapat memberikan edukasi tentang penyakit jantung. Tujuan pemahaman definisi gangguan jantung ini untuk upaya preventif atau pencegahan terjadinya serangan jantung. Dengan memahami tentang berbagai jenis gangguan jantung maka diharapkan kita dapat meminimalisir angka kematian akibat penyakit jantung. Nah untuk lebih lengkapnya silahkan simak penjelasan mengenai jenis-jenis gangguan jantung dan penggolongan obat jantung yang harus anda ketahui.
1. Infark Jantung
Infark miokard jantung atau trombosis koroner, atau lebih dikenal dengan istilah umum serangan jantung, adalah gangguan jantung karena ada penyumbatan cabang pembuluh jantung yang menyalurkan darah ke jantung oleh gumpalan darah yang membeku (trombus). Gejalanya dapat berupa rasa nyeri yang terasa hebat di belakang tulang dada, muncul rasa gelisah, bagian tangan dan kaki tidak dapat digerakkan, muka membiru dan jantung berdebar cepat atau takikardia.
2. Angina Pectoris
Angina pectoris adalah nyeri jantung yang terjadi secara mendadak akibat tidak cukupnya aliran darah karena adaya sumbatan pada arteri coroner yang menuju ke jantung. Akibat berkurangnya aliran darah tersebut, oksigen yang menuju miokardium juga berkurang sehingga menimbulkan rasa nyeri. Penyebabnya biasanya karena kelelahan fisik atau emosional, penciutan arteri jantung, infark, kejang-kejang atau adanya takikardia tertentu, anemia hebat atau penciutan aorta. Gejala yang ditimbulkan dapat berupa munculnya rasa kencang pada daerah dada, tekanan di tengah-tengah dada da nyeri yang menjalar ke bawah lengan kiri, leher. Nyeri ini hanya berlangsung beberapa menit dan hilang bila berhenti atau beristirahat.
Terapi Non Farmakologi pada Angina Pectoris
Tindakan pencegahan penyakit angina atau terapi non farmakologi untuk mengurangi serangan angina pectoris ada beberapa, yaitu :
– Berhenti merokok, karena kandungan nikotin pada rokok dan gas karbonmonoksida dapat menciutkan pembuluh darah
– Menurunkan berat badan bagi yang obesitas atau memiliki berat badan berlebih
– Melakukan diet pada makanan yang banyak mengandung kolesterol dan lemak
– Membatasi minum kopi dan minuman beralkohol
– Menghindari kegiatan dengan beban fisik maupun mental secara berlebih seperti emosional
– Berolahraga ringan, sekurangan-kurangnya jalan kaki selama 1 jam sehari guna memperbaiki sirkulasi di jantung
– Mengobati hipertesi denga pengawasan dokter
– Melakukan teknik-teknik relaksasi untuk mencegah stres seperti yoga atau meditasi
3. Disritmia/ Aritmia
Adalah penyimpangan pola denyut jantung, baik irama jantung yang terganggu (disritmia) atau tidak ada irama jantung (aritmia). Bila denyut jantung terlalu lambatdisebut bradikardia, sedangkan bila denyut jantung terlalu cepat disebut takikardia.
4 Dekompensasi Jantung/ Gagal Jantung/ Payah Jantung
Adalah keadaan dimana terjadi pengurangan kontraktilitas otot jantung yang menimbulkan hambatan sirkulasi sehingga jantung gagal untuk mengalirkan darah ke jaringan dan kebutuhan oksigen di berbagai jaringan tidak terpenuhi.
Gejala yang ditimbulkan biasanya sukar bernafas bila sedang berbaring (dyspnea), muka membiru (sianosis) dan penumpukan cairan (udema).
5. Shock
Adalah komplikasi dari infark jantung yang sangat ditakuti karena biasanya berakibat fatal, penyebabnya adalah debar jantung (takikardia) yang hebat, peradangan pada otot jantung (miokarditis) dan sebagainya.
6. Glikosida Jantung
Golongan ini efektif digunakan untuk penderita payah jantung karena berkhasiat memperkuat kontraktilitas otot jantung (efek inotrop positif), terutama digunakan pada gagal jantung (dekompensasi) untuk memperbaiki fungsi pompanya.
Glikosida jantung bekerja dengan 3 cara yaitu :
– Meningkatkan kontraksi miokardium
– Memperlambat denyut jantung
– Mengurangi hantaran sel-sel jantung
Glikosida jantung alamiah dapat diperoleh dari berbagai tanaman, antara lain :
– Folia Digitalis purpurea, menghasilkan digoksin, digitoksin, gitoksin dan gitalin.
– Folia Digitalis lanata, menghasilkan lanatosida A (hidrolisisnya menghasilkan digoksin, digitoksin), lanatosida B (hidrolisisnya menghasilkan gitoksin), dan lanatosida C (hidrolisisnya menghasilkan digoksin).
– Strophantus gratus menghasilkan glikosid quabain dan strophantus kombe menghasilkan glikosid strofantin.
– Scilla maritima menghasilkan skilaren. Disamping berkhasiat sebagai kardiotonik, juga bersifat diuretika.
7. Obat Anti Angina
Keadaan iskemia miokard atau kekurangan darah beserta oksigen pada angina pektoris, dapat diobati dengan vasodilator – vasodilator arteri jantung dan zat yang mengurangi kebutuhan jantung akan oksigen, yaitu :
8. Nitrat Organik
Bekerja merelaksasi otot polos vaskular dengan efek memperlancar pemasukan darah beserta oksigen, sehingga meringankan beban jantung obat pilihan untama untuk serangan akut adalah notrogliserin atau Isosorbid dinitrat (ISDN).
9. Antagonis – antagonis kalsium
Kalsium merupakan elemen esensial bagi fungsi miokardium dan otot polos dinding arteriol, pada kadar kalsium intrasel tertentu, sel mulai berkontraksi sehingga otot jantung dan arteriol-arteriol menciut (vasokontriksi). Antagonis kalsium menghambat masuknya ion kalsium kedalam sel-sel miokardium dan otot polos dinding arteriol, sehingga dapat mencegah kontraksi dan vasokontriksi. Obat golongan ini antara lain Nifedipin, Diltiazem dan Verapamil.
10. Penghambat Beta / Beta Bloker
Penting dalam profilaksis/ pencegahan angina, bekerja dengan mengurangi denyut jantung dan kontraktilitas miokardium, sehingga menurunkan kebutuhan oksigen dan rasa nyeri menjadi berkurang. Semua beta bloker efektif dalam mengurangi serangan angina maupun gejala yang ditimbulkannya. Selain itu dapat digunakan untuk mengobati takikardia, hipertensi dan ifark jantung. Efek samping dari obat golongan ini adalah bronkokontriksi, gagal jantung akibat bradikardia, hipoglikemia, depresi, kelelahan, serta kaki dan tangan terasa dingin. Obat yang termasuk golongan ini antara lain Propranolol, Atenolol danAcebutolol.
11. Obat Anti Aritmia
Adalah obat yang dapat menormalisasi frekuensi dan ritme denyut jantung. Dengan cara menurunkan frekuensi dan denyutan jantung serta mengurangi daya kontraksi jantung.
Berdasarkan mekanisme kerjanya, pengobatan aritmia dibagi 4 golongan, yaitu :
a. Penghambat saluran natriaum, disebut juga efek kinidin atau efek stabilisasi membran. Zat ini mengurangi kepekaan membran sel jantung untuk rangsangan dengan jalan menghambat pemasukan ion natrium di membran dan memperlambat depolarisasinya. Akibatnya ritme dan frekuensi jantung menjadi normal kembali, contohnya adalah kelompok anestetika lokal seperti Kuinidin (Kuinidin, Prokainamid dan Disopiramid) dan Lidokain, Fenition, Enkainid dan Flekainid.
b. Penghambat beta atau beta bloker, mengurangi aktifitas saraf adrenergik di otot jantung, sehingga frekuensi dan dneyut jantung menurun, contohnya adalah Timolol, dan Propranolol.
c. Zat yang memperpanjang potensial aksi, contohnya adalah Famiodaron dan Bretilium.
d. Antagonis Kalsium, contohnya seperti Verapamil, Nifedipin dan Diltiazem.
Itulah penjelasan lengkap tentang jenis-jenis gangguan pada jantung dan penggolongan obat jantung yang sudah admin rangkum. Semoga ulasan mengenai obat-obat untuk gangguan jantung tersebut dapat menambah wawasan anda dan terima kasih sebelumnya sudah mampir di blog inFarmasi.com.