√ 14 Jenis Imunitas, Serum, Vaksin dan Kekebalan Tubuh

Jenis imunitas, serum dan vaksin – sistem imun adalah sistem dalam tubuh yang berfungsi melindungi tubuh kita dari berbagai jenis kuman dan mikroorganisme setiap hari, sehingga kita tidak akan mudah terinfeksi oleh kuman dan mikroorganisme tersebut. Sistem imun terdiri dari rangkaian sel, protein, jaringan otot dan organ-organ tertentu. Sel yang terlibat dalam sistem imun manusia, adalah leukosit (sel darah putih) yang diproduksi dan disimpan di tubuh, seperti tifus, limpa, dan sumsum tulang. Dari tempat tersebut, leukosit menyebar ke seluruh organ tubuh melalui pembuluh limpatik dan pembuluh darah. Dengan demikian, sistem kekebalan tubuh dapat bekerja secara terkoordinasi dalam mengawasi pertahanan tubuh kita.
sistem imun kekebalan tubuh
sistem imun kekebalan tubuh
Ada dua jenis leukosit yaitu fagosit dan limposit. Fagosit adalah sel-sel yang menghancurkan organisme pengganggu, sementara Limposit adalah sel-sel yang mengingat dan mengenali para pengganggu sebelumnya dan kemudian membantu tubuh untuk menghancurkan mereka. Rangkaian sel, protein, jaringan otot dan organ-organ tertentu itu adalah bagian dari sistem imun yang melindungi manusia dalam serangkaian proses yang dinamani respon imun. Karena ada respon imun maka sistem imun kita dapat menyerang para penggganggu penyebab berbagai penyakit tersebut. 

Sistem imun ini dimulai ketika suatu antigen (substansi asing yang menyerag tubuh) memasuki tubuh. Tubuh kemudian mengenali dan merespon antigen tersebut dengan cara memicu produksi antibodi (protein khusus yang diarahkan untuk antigen tertentu juga). Bila sudah diproduksi, antibiodi itu akan bertahan di dalam tubuh dan bersiaga untuk menghalau antigen yang telah dikenali sebelumnya. Contohnya bila seseorang sudah pernah terkena suatu penyakit tertentu, seperti cacar air, biasanya ia tidak akan terkena penyakit yang sama untuk kedua kalinya. Konsep inilah yang mendasari cara kerja imunisasi. Vaksin imunisasi memperkenalkan tubuh terhadap antigen tertentu. Antigen itu diformulasikan sedemikian rupa untuk tidak membuat tubuh sakit, melainkan memicu tubuh untuk memproduksi antibodi yang akan melindungi tubuh dari serangan antigen tersebut. Dengan demikian, antibodi tersebut diharapkan akan melindungi tubuh dari serangan antigen sejenis di masa depan.
Terdapat tiga jenis imunitas yang pada dasarnya dimiliki oleh setiap orang, yaitu :
1. Imunitas natural, ada di dalam tubuh kita sejak lahir. Imunitas ini membuat tubuh kita terlindungi dari kuman-kuman yang dapat menyerang makhluk lain.
2. Imunitas adaptif, adalah imunitas yang berkembang seumur hidup kita karena tubuh kita terkena serangan penyakit atau mendapat vaksinasi.
3. Imunitas pasif, adalah sistem imun yang berasal dari sumber lain dan bertahan untuk waktu singkat, misalnya Air Susu Ibu. Melalui ASI seorang ibu memberikan antibodinya kepada si bayi sehingga memberikan imunitas sementara terhadap antigen-antigen yang telah dikenali oleh antibodi tersebut saat masih berada di dalam tubuh sang ibu. Antibodi itu akan melindungi si bayi di masa-masa awal pertumbuhannya.
Selain sistem imun yang terdapat di dalam darah, terdapat sistem imun tubuh yang tidak spesifik, seperti :
4. Pertahanan fisik (kulit dan selaput lendir); kulit mempunyai kelenjar yang memproduksi asam laktat dan asam lemak yang dapat mematikan kuman. Selaput lendir contohnya :
5. Paru-paru : dimana kuman ditangkap oleh lendir, kemudian dibuang melalui batuk atau bersin.
6. Liur / air mata : mengandung enzim lisozym yang dapat melarutkan dinding sel kuman.
7. Mekanik (gerakan usus dan rambut getar selaput lendir)
8. Kimiawi (enzim dan keasaman lambung)
9. Kimiawi dan Mekanik; saluran usus merupakan organ imun terbesar yang juga berfungsi sebagai alat pencernaan serta sintesa vitamin B dan K. Berisi 200 gram flora usus, terdiri dari 400 – 500 jenis, berjumlah sampai 100 milyar kuman , antara lain :
10. Jasad renik baik : Lactobacillus (dalam yogurt), Bifidiobacterium
11. Jasad renik jahat/ patogen : E.coli, Enterococcus, Stafilococcus.
12. Flora usus tersebut berada dalam keadaan seimbang dan bersimbiosis. Keseimbangan ini dapat  dirusak oleh berbagai hal seperti kemoterapeutika. Bila kuman patogen menjadi dominan dapat menimbulkan diare atau candidiasis.
13. Fagositosis (penelanan kuman atau zat asing oleh sel darah putih)
14. Zat komplemen yang berfungsi pada berbagai proses pemusnahan kuman atau zat asing.
Cara Memperoleh Imunitas / Kekebalan Tubuh
Jenis – jenis kekebalan tubuhada beberapa macam, antara lain  :
a. Imunitas aktif, yaitu kekebalan tubuh yang diperoleh melalui penyuntikan dengan kuman patogen yang mati. Kekebalan ini bertahan lama, contohnya :
Penyuntikan vaksin, seperti cacar, influenza, TBC, rabies, polio, kolera, tifus.
Jenis Vaksin
Jenis – jenis vaksin, yaitu :
1. Vaksin kuman adalah sediaan aman dari bakteri yang dimatikan, seperti vaksin tifus atau bakteri yang dilemahkan, seperti vaksin pes. Dengan imunisasi aktif, orang dilindungi terhadap penyakit infeksi tertentu.
2. Vaksin virus adalah sediaan aman dari virus yang dimatikan. Antibodi (imunoglobulin) yang dibentuk tubuh pada imunisasi aktif diekskresikan lebih lambat dari pada antibodi pada penyuntikan serum (imunisasi pasir).
3. Vaksin kombinasi; selain vaksin khusus untuk satu jenis penyakit, dapat dibuat vaksin kombinasi terhadap beberapa jenis penyakit sekaligus untuk mempermudah penggunaannya, contohnya :
– Kotipa : kolera, tifus, para tifus
– DTP : difteri, tetanus, pertusis
Efek samping vaksin ringan daripada serum dan hanya boleh diberikan pada orang yang sehat. Kontraindikasi : pilek, batuk, demam selama pengobatan dengan imunosupresiva, kortikosteroid dan ibu hamil
4. Penyuntikan toksoid yaitu toksin kuman yang dibuat tidak toksis, misalnya pada penyakit difteri dan tetanus.
b. Imunisasi pasif, yaitu kekebalan tubuh yang diperoleh melalui penyuntikan serum hewan yang mengandung antibodi spesifik dengan kadar tinggi. Imunisasi jenis ini hanya bertahan beberapa minggu atau bulan saja.
1. Serum dapat diperoleh dengan cara : tubuh hewan yang diimunisasi aktif, akan membentuk antibodi, kemudian serum yang sudah mengandung antibodi tersebut dipisahkan dan disuntikkan pada hewan atau manusia lain.
Efek samping yang sering terjadi adalah syok anafilaktik dan untuk mencegahnya dilakukan tes hipersensitivitas, dengan cara :
– Tes intradermal : serum diencerkan 1 : 10 disuntikkan 0.1 mL ; efek diamati setelah 15 menit, bila kulit menjadi merah dan udema berarti hipersensitiv.
– Tes konjungtiva : 1 tetes diencerkan 1 : 10, diteteskan pada mata, bila dalam 5 menit mata menjadi merah dan gatal berarti hipersensitiv.
Itulah tadi penjelasan lengkap tentang bagaimana sistem imun di dalam tubuh, kemudian jenis – jenis imunitas atau kekebalan tubuh, contoh serum dan jenis – jenis vaksin yang sudah berhasil inFarmasi.com ulas pada kesempatan kali ini. Semoga ulasan tentang imunitas ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda.