√ ANTHELMINTIKA : 7 Jenis CACING, Penggolongan OBAT CACING dan 10 Contoh OBAT CACING di Apotik

Penggolongan obat cacing dan contoh obat cacing di apotik– Penyakit cacingan adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing yang merupakan salah satu penyakit paling umum tersebar di seluruh dunia, di Indonesia penyakit cacingan termasuk penyakit rakyat yang umum dan sampai saat ini diperkirakan masih banyak anak-anak di Indonesia yang menderita infeksi cacing. Cacing jarang menimbulkan penyakit serius, tetapi dapat menyebabkan gangguan kesehatan kronis. Obat Anti cacing atau antelmintika adalah obat yang dapat memusnahkan cacing parasit yang ada dalam tubuh manusia dan hewan. Obat cacing diberikan dalam dosis tunggal, dan diminum pada saat perut dalam keadaan kosong penggunaannya sebaiknya diulang tiap 6 bulan sekali setelah pemakaian sebelumnya.
orang cacingan
penyakit cacing
Penyakit cacingan dapat menyebabkan infeksi usus yang membuat seorang anak mengalami gangguan gizi seperti kekurangan protein, kurang darah, kurang gizi dan akibatnya terjadi penurunan prestasi pada anak di sekolah dan kesehatan menjadi terganggu. Penyakit cacing dapat ditularkan melalui mulut, luka di kulit, di antaranya bersentuhan langsung dengan seseorang yang sudah menderita penyakit cacingan atau bersentuhan dengan permukaan benda seperti kran air, pegangan pintu, alat tulis dan lain sebagainya yang terpapar telur atau larva cacing. Larva atau telur cacing ada di atas tanah, terutama bila sistem pembuangan kotoran belum memenuhi syarat kebersihan. Gejala penyakit cacingan sering kali tidak terlihat, umumnya merupakan gangguan saluran cerna seperti lambung dan usus seperti mual, muntah, mulas, kejang-kejang dan diare berkala dengan hilangnya nafsu makan, terlihat pucat (karena kekurangan darah atau anemia), apendiksitis dan pankreatitis.
Cara Mencegah Penyakit Cacingan
Tips mencegah terkena penyakit cacinganantara lain yang dapat dilakukan :
– Menjaga kebersihan baik tubuh maupun makanan
– Menkonsumsi makanan yang telah dimasak dengan benar (terutama untuk daging, ikan, dll)
– Mencuci tangan sebelum makan atau sesudah kontak dengan benda kotor
– Memeriksa tinja secara periodik setiap 6 bulan sekali
– Meminum obat cacing bila hasil pemeriksaan tinja terdapat telur cacing seperti Albendazol dan Pirantel pamoat.
jenis - jenis cacing
jenis – jenis cacing

Penggolongan obat cacing berdasarkan jenis cacing yang menginfeksi:

1. Cacing Kremi (Oxyuris vermicularis)
Termasuk dalam golongan cacing bulat, masa hidup cacing dewasa tidak lebih dari 6 minggu. Ukuran untuk cacing kremi betina 8 – 13 mm x 0.44 mm dengan ekor panjang dan runcing sedangkan cacing kremi jantan ukurannya 2 – 5 mm dengan ekor melingkar seperti parutan kelapa.
Cacing betina dewasa yang ada di usus halus penderita, di malam hari akan pergi ke usus besar untuk bertelur dan menempatkan telurnya di skekitar anus. Karena telur cacing itu hanya menetas kalau ada oksigen, maka diberi nama Oxyuris OK, sehingga menyebabkan rasa gatal dan setelah itu akan masuk kembali ke dalam usus. Dengan garukan, telur cacing akan pindah ke tangan dan dapat tertelan kembali. Cara penularan yang demikian disebut reauto infeksi. Kadang kala infeksi ini menyebabkan apendiksitis.
Kadangkala pula cacing ini tidak kembali ke usus tetapi ke liang vagina pada wanita, yang akhirnya menyebabkan keputihan. Gejalanya gatal, lendir keruh dan kental berwarna sedikit kekuningan seperti susu, dan terkadang berbusa. Keputihan ini banyak diderita anak-anak perempuan (balita sampai anak dewasa). Penyakit akibat cacing kremi dikenal dengan Enterobiasis sebagaimana nama latin cacing kremi yaitu Enterobious vermicularis.
Pengobatan yang paling tepat adalah dengan obat Mebendazol (obat pilihan untuk semua pasien di atas 2 tahun) dengan dosis 100 mg dalam dosis tunggal, Albendazol 400 mg dosis tunggal dan Piperazin.
2. Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides)
Penularannya terjadi melalui makanan yang terinfeksi oleh telur dan larvanya berkembang dalam usus halus. Termasuk cacing bulat dengan panjang 10 -15 mm dan cukup berbahaya karena dapat keluar dari usus, melalui hati menuju ke paru-paru, berkembang biak di usus halus hingga jumlah sedemikian besar dan menimbulkan penyumbatan atau komplikasi seperti ileus, apendiksitis dan pankreatitis.
Obat pilihan pertama untuk mengobati cacing gelang adalah : Mebendazol, Albendazol dan Pirantel pamoat.
3. Cacing Pita (Taenia saginata / Taenia solinum / Taenia lata)
Merupakan jenis cacing pipih yang beruas-ruas, dan penularannya melalui daging yang mengandung telur cacing pita karena proses masak yang tidak sempurna/ tidak matang. Taenia saginata terdapat dalam daging sapi, Taenia solinum terdapat dalam daging babi dan Taenia lata terdapat dalam daging ikan.
Cacing pita sulit dibasmi karena kepala cacing memiliki alat hisap terhujam dalam selaput lendir usus sehingga sulit kontak dengan obat dan segmen-segmen (bagian tubuh cacing) yang telah rusak karena obat, dapat dilepaskan dan cacing akan membuat segmen-segmen yang baru. Gejala yang tampak disamping gangguan lambung usus adalah anemia.
Obat yang paling banyak digunakan untuk mengobati cacing pita adalah Niklosamid dan Prazikuantel.
4. Cacing Tambang (Ankylostoma duodenale dan Necator Americanus)
Terdapat dua macam cacing tambang yang menginfeksi manusia, penularannya melalui larva yang masuk ke dalam kulit kaki yang terluka. Cacing tambang hidup pada usus halus bagian atas dan menghisap darah pada tempat dia menempelkan diri di mukosa usus. Gejala yang ditimbulkan dapat berupa ruam yang menonjol dan terasa gatal (ground itch) bisa muncul di tempat masuknya larva pada kulit, demam, batuk dan bunyi saat bernafas/ mengi (bengek) bisa terjadi akibat perpindahan larva melalui paru-paru.
Cacing tambang dewasa seringkali menyebabkan nyeri di perut bagian atas. Seperti cacing pita, cacing tambang juga menyebabkan anemia karena kekurangan zat besi dan rendahnya kadar protein di dalam darah bisa terjadi akibat perdarahan usus.
Pengobatan prioritas utama adalah mengobati anemia dengan cara memberikan tambahan zat besi per oral atau suntikan. Pada kasus yang berat perlu ditransfusi darah. Jika kondisi penderita stabil, maka diberikan obat Pirantel Pamoat atau Mebendazol selama 1 – 3 hari untuk membunuh cacing tambang. Yang perlu diperhatikan yaitu obat ini tidak boleh diberikan kepada wanita hamil karena bisa membahayakan janin yang dikandungnya.
5. Cacing Filaria
Ditularkan oleh larva microfilaria dari cacing Wuchereria bancrofti dan Brugia malay melalui gigtan nyamuk culex. Microfilaria dari cacing akan membendung getah bening pada kaki dan daerah di sekitar kandung kemih sehingga mengakibatkan daerah yang diserang menjadi bengkak dan besar sehingga disebut elephantiasis. Tanda klinis yang paling nyata adalah adanya pembengkakan pada kaki sangat besar sehingga mirip kaki seekor gajah. Infeksi diawali dengan gigitan nyamuk yang membawa cacing Wuchereria bancrofti.
Obat pilihan utama terhadap infeksi ini adalah Dietil Karbamazin.
6. Cacing Schistosoma
Atau disebut juga cacing halus, yang ditularkan oleh larva myracidium melalui kulit atau siput yang dimakan manusia. Schistosoma hematobium dewasa hidup dalam vena saluran kemih sedangkan Schistosoma mansonii di vena kolon. Schistosoma japonicum tersebar lebih luas dalam saluran cerna dan sistem porta. Gejala penyakit yang ditimbulkan tergantung pada tempat yang terinfeksi cacing, misal seperti gatal-gatal, kulit kemerahan, diare berlendir, hematuria, dll.
Obat yang digunakan untuk mengobati cacing halus adalah Prazikuantel efektif terhadap semua jenis Schistosoma.
7. Cacing Benang (Strongiloides stercularis)
Strongyloidiasis adalah infeksi parasit yang berpotensi mematikan. Penyakit ini disebabkan oleh cacing Strongyloides sp, ditularkan melalui kulit oleh larva yang berbentuk benang dan hidup dalam usus. Larva yang dihasilkan dapat menembus dinding usus dan menyusup ke jaringan, menimbulkan siklus auto infeksi. Spesies pada manusia adalah Strongyloides fuelleborni ditemukan secara sporadis di Afrika dan Papua Nugini. Infeksi manusia diperoleh melalui penetrasi kulit utuh oleh larva filariform selama kontak dengan tanah yang terkontaminasi dengan kotoran manusia.
Penyakit ini dapat menyerang ternak sapi, kuda, babi, dan anjing. Umumnya tidak menimbulkan gejala yang menyerang duodenum dan bagian atas jejunum. Dan dapat juga bersifat zoonosis (ditularkan oleh anjing ke manusia). Strongyloidiasis ini endemik di daerha tropis dan subtropis dan terjadi secara sporadis di daerah beriklim sedang.
Strongyloidiasis dapat menularkan melalui beberapa cara, yaitu :
a. Larva infektif menembus kulit
b. Pada anak babi dapat melalui colustrum atau air susu
c. Larva infektif mencemari makanan (oral)
d. Autoinfeksi (dapat terjadi pada anjing dan manusia)
Obat pilihan yang digunakan untuk mengobati cacing benang adalah : Tiabendazol.
Obat alternatif : Albendazol, dan Invermectin merupakan obat alternatif yang paling efektif untuk infeksi kronis.
Contoh Obat Cacing Tanpa Resep Dokter di Apotik
Informasi obat tanpa resep Dokter untuk penyakit cacing :
a. Albendazol :
1. Helben
b. Dietil karbamazin :
2. Filarzan
c. Mebendazol :
3. Vermox
4. Vercid
d. Oxantel pamoat + Pirantel pamoa :
5. Quantrel
e. Piperazin :
6.Piperacyl
7. Upixon
f. Pirantel pamoat :
8. Combantrin
Contoh Obat Cacing dengan Resep Dokter di Apotik
Infomasi obat dengan resep Dokter untuk penyakit cacing :
g. Levamizol HCl :
9. Ascamex
10. Kam Cek San
Demikian pembahasan lengkap mengenai apa itu penyakit cacingan, cara mencegah penyakit cacingan, jenis – jenis cacing, penggolongan obat cacing dan contoh obat cacing di apotik yang sudah berhasil inFarmasi informasikan. Semoga sedikit pengetahuan seputar obat anthelmintika atau obat anti cacing ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang obat cacing di apotik. Jika ada pertanyaan seputar penyakit cacingan diatas silahkan tanyakan lewat kolom komentar di bawah ini.