√ ANTI DIARE : Definisi, Gejala, Penyebab dan 19 Contoh Obat Diare di Apotik

Obat anti diare di apotik – obat diare atau sering disebut obat mencretmerupakan obat yang paling banyak dicari di apotik terutama pada musim hujan seperti ini baik itu obat diare anak maupun obat diare dewasa di apotik. Jenis obat diare sendiri ada beberapa jenis yaitu ada obat diare generik dan obat diare paten di apotik. Perbedaan obat diare generik dengan obat diare paten adalah dari segi harga obat diare. Obat diare paten dengan merek dagang biasanya harganya lebih mahal dibanding obat mencret generik. Obat mencret yang paling ampuh biasanya bekerja dalam hitungan jam sehingga setelah minum obat anti diare maka diare sudah mereda insentitas ke kamar kecil menjadi berkurang. Sebelum penjelasan lebih jauh tentang penyebab diare dan contoh obat diare di apotik maka sebaiknya anda pahami dulu apa itu definisi diare, bagaimana gejala diare dan apa saja penyebab diare. Dengan memahami apa itu pengertian obat diare setidaknya anda tidak merasa bingung ketika ingin membeli obat diare yang dijual di apotik.
penyakit diare mencret
sakit diare mencret
Diare adalah suatu rangsangan buang air besaryang terus menerus dimana tinja atau feses memiliki kandungan air berlebih. Dalam keadaan normal, tinja mengandung 60% air, pada diare airnya bisa mencapai lebih dari 90%. Definisi diare secara medis adalah defekasi yang melebihi 200 gram per hari. Diare dapat bersifat akut akibat infeksi bakteri maupun kronis yang berhubungan dengan berbagai gangguan gastrointestinal. Obat Antidiare adalah obat-obatan yang digunakan untuk menanggulangi atau mengobati diare. Diare juga terjadi karena adanya rangsangan terhadap saraf otonom di dinding usus sehingga menimbulkan reflek mempercepat peristaltik usus, biasanya disertai sakit perut, mual dan muntah. Rangsangan ini dapat ditimbulkan oleh :
Penyebab Diare
a. Gejala luka pada usus                                             
b. Gejala suatu penyakit infeksi, seperti : infeksi bakteri patogen (E.coli), kuman tipus dan kolera, infeksi virus (influenza perut dan travellers diarre atau masuk angin akbat perjalanan), dan penyakit cacing (cacing gelang, cacing pita).
c. Keracunan makanan dan minuman : makanan basi, terlalu asam atau pedas, bersantan berlebih dan konsumsi vitamin C berlebih.
d. Alergi (fruktosa dan laktosa)
e. Gangguan gizi
f. Pengaruh dari enzim tertentu
g. Pengaruh saraf (takut, terkejut atau cemas berlebih)
Diare merupakan suatu gejala, pengobatannya tergantung pada penyebabnya sehingga perlu dihilangkan. Kadang-kadang diare menahun akan sembuh jika berhenti konsumsi kopi atau minuman yang mengandung kafein. Pertolongan pertama pada pengobatan diare akut seperti gastroenteritis adalah mencegah atau mengatasi pengeluaran cairan atau elektrolit yang berlebihan (dehidrasi) terutama pada pasien bayi dan usia lanjut, karena dehidrasi dapat mengakibatkan kematian.
Gejala dehidrasi dapat berupa :
– Haus
– Mulut dan bibir kering
– Kulit menjadi keriput (kehilangan turgor)
– Berkurangnya air kemih /air kencing
– Berat badan menurun, dan
– Gelisah
Pencegahan pada dehidrasi dapat dilakukan dengan terapi substitusi cairan tubuh dengan pemberian larutan oralit, yaitu campuran NaCl 0.7 gram + KCl 0.3 gram + Natrium sitrat dihidrat0.58 gram + glukosa anhidrat 4 gram. Campuran tersebut dilarutkan dalam 200 mL air matang hangat lalu diminum setiap habis BAB selama masa diare. Juga dapat diberikan larutan infus secara intra vena (i.v) antara lain : larutan NaCl 0.9% (normal saline) dan larutan Natrium Laktat majemuk (Ringer Laktat = RL).
Setelah diberikan pertolongan pertama untuk mencegah dehidrasi, selanjutnya diberikan obat-obatan berdasarkan jenis penyebab diare, antara lain sebagai berikut :
A. Kemoterapi
Bekerja memusnahkan bakteri penyebab diare sebagai terapi kasual. Contoh golongan Sulfonamida, Antibiotika, Kinolon, Furazolidon maupun anti amuba.
B. Obstipansia
Bekerja menghentikan diare sebagai terapi simptomatis antara lain :
– Menekan peristaltik usus, sehingga lebih banyak memberikan waktu untuk resorpsi air dan elektrolit oleh mukosa usus, misalnya Loperamid.
– Menciutkan selaput usus atau adstringen, contohnya Tannin dan Tanalbumin
– Pemberian adsorben, sehingga permukaan zat beracun (toksin) yang dihasilksn bakteri atau racun penyebab diare dan makanan seperti udang dan ikan dapat diserap, misalnya Carbo adsorben, Kaolin, Pektin, Attapulgit dan tablet Zinc
– Pemberian mucilago untuk melindungi selaput lendir usus yang luka, contohnya Pektin, Garam Bismuth dan Alumunium.
C. Spasmolitika
Zat yang dapat melemaskan kejang-kejang otot perut (nyeri perut) pada diare sebagai terapi simptomatik, contohnya Atropin sulfat.
Ada beberapa penyakit infeksi usus lain yang ditandai juga dengan gejala diare, yaitu :
– Kolera
Infeksi usus disebabkan bakteri Vibrio cholarae asiatica atau Vibrio cholerae eltor. Gejalanya diare seperti air beras, muntah-muntah, dan kejang-kejang, serta anuria (terhentinya pengeluaran air seni). Pengobatannya dengan pemberian oralit atau teh susu untuk menghindari bahaya dehidrasi, disusul dengan pemberian antibiotik (Tetrasiklin, Kloramfenikol).
– Disentri basiler / Shigellosis
Infeksi usus yang disebabkan oleh beberapa jenis basil gram negatif genus shigella. Gejalanya kejang dan nyeri perut, mulas ketika buang air besar, serta diare berlendir dan disertai darah. Pengobatannya dengan pemberian Sulfonamida (Kotrimoksazol) dan antibiotik (Ampisilin dan Tetrasiklin).
– Thypus
Infeksi usus disebabkan oleh Salmonella typhosa. Gejalanya demam tingi secara berkala, nyeri kepala, lidah menjadi putih dan bila terjadi perforasi usus menyebabkan diare berdarah. Pengobatannya dengan Kloramfenikol, obat pilihan pertama untuk tifus (drug of choice), tetapi mengakibatkan anemia aplastis, pilihan yang lebih aman adalah Tiamfenikol; Kotrimoksazol selama 14 hari tetapi mengakibatkan gangguan darah; dan antibiotik lain seperti Ampisilin, Amoksisiln dan Tetrasiklin, baru digunakan bila terjadi resistensi atau timbul reaksi alergi terhadap Kloramfenikol atau Kotrimoksazol.
obat diare
obat diare

a. Oralit :
1. Oralit
2. Pharolit
3. Pedyalite
b. Kaolin :
4. Neo Kaolana
5. Neo Kaominal
6. Envios-FB
c. Karbon aktif / carbo adsorben DOEN :
7. Bekarbon
8. Norit
d. Attapulgit :
9. Neo Diaform
10. Biodiar
11. New Diatabs
Obat Diare dengan Resep Dokter di Apotik
e. Loperamid HCl :
12. Imodium
13. Lodia
14. Oramid
f. Zn Sulfat :
15. Interzinc
16. Zincare
17. Zanic
g. Bismuth Sub Salisilat:
18. Scantoma
19. Stobiol
Itulah tadi penjelasan lengkap tentang definisi diare, jenis penyebab diare, gejala diare dan obat diare yang berhasil admin inFarmasi.com ulas pada kesempatan kali ini. Semoga ulasan kali ini dapat bermanfaat bagi anda dan menambah wawasan anda seputar penyakit diare dan obat diare di apotik. Bila ada pertanyaan, kritik maupun saran silahkan tambahkan melalui kolom komentar di bawah ini..