√ LAXANTIVA : Gangguan Konstipasi Sembelit dan 5 Golongan Obat Pencahar

Konstipasi sembelit dan obat golongan pencahar– obat pencahar atau laksantiva adalah zat-zat yang dapat mempercepat gerakan peristaltik di dalam usus sebagai refleks akibat rangsangan langsung terhadap dinding usus yang menyebabkan defekasi (buang air besar). Zat-zat ini mempengaruhi atau merangsang susunan saraf parasimpatis untuk melakukan gerak peristaltik di usus dan mendorong isinya keluar.
Gangguan Konstipasi Sembelit
Gangguan Konstipasi Sembelit
Makanan yang masuk ke dalam tubuh akan dimetabolisme menjadi energi dan sisa makanan yang tidak diserap akan disksresikan dalam bentuk feses. Ekskresi ini sering mengalami gangguan berupa kesulitan dalam defekasi yang dikenal sebagai konstipasi atau sembelit, penyebabnya antara lain karena :
Penyebab Sembelit / Penyebab Konstipasi
– Kurang minum
– Kurang makan makanan yang mengandung serat
– Ketegangan saraf dan emosi (stres)
– Efek samping dari obat tertentu yang dikonsumsi
– Gangguan patologis, seperti :
– Otot polos usus yang lumpuh
– Gangguan refleks defekasi
– Wasir
– Kelemahan otot punggung
Penggunaan obat pencahar harus sesuai dengan kebutuhan, sebab penggunaan pencahar yang terlalu sering dapat mengakibatkan beberapa efek yang tidak diinginkan, yaitu :
– Absorpsi zat yang diperlukan tubuh pada usus dapat terganggu
– Sintesa vitamin K dan B komplek dalam usus dapat terganggu
– Garam-garam natrium dan kalium tidak diserap dalam usus sehingga dapat menyebabkan kelemahan otot polos.
– Konstipasi kronis
– Nyeri akibat kram usus
Penggunaan obat pencahar digunakan pada kondisi tertentu, misal seperti untuk :
a. Konstipasi, karena kurang konsumsi makanan yang berserat, kurang minum air putih, ketegangan saraf atau stres, efek samping dari obat antasida non sistemik dan besi, snegaja menahan defekasi dan penggunaan pencahar yang terlalu sering.
b. Penderita yang tidak boleh mengejan kuat, seperti pada pasien pasca operasi, haemoroid (wasir), penyakit jantung dan pembuluh (PJP) seperti angina pectoris dan hernia.
c. Tindakan pra operasi (persiapan pembedahan) untuk persiapan proses anestesi
d. Tindakan untuk penderita yang akan menjalani penyinaran dengan sinar rontgen pada saluran usus, ginjal dan kandung kemih.
e. Untuk pengeluaran parasit setelah pemberian antelmintika
f. Penyembuhan keracunan obat atau makanan.
Berdasarkan mekanisme kerja dan sifat kimianya, pencahar digolongkan sebagai beberapa macam, yaitu :
1. Pencahar pembentuk masa
Senyawa ini sulit dicerna, membentuk masa yang memperbesar volume usus dan air sehingga terjadi rangsangan yang kuat pada aktivitas usus, menyebabkan rangsangan peristaltik usus.
Contoh nya seperti metil selulosa, karboksi metil selulosa, psyllium plantago seed, isphagula, serta serat sayuran dan buah-buahan.
2. Pencahar osmotik
Menarik dan menahan air dalam lumen usus, karena perbedaan tekanan osmotik.
Contoh nya laktulosa, garam magnesium (sulfat, fosfat) dan natrium (sitrat, fosfat dan sulfat).
3. Pencahar pelunak tinja
Zat ini mempermudah defekasi karena melunakkan isi usus dan melicinkan jalannya defekasi.
Contohnya Parafin cair dan dioktil sulfosuksinat
4. Pencahar stimulan atau iritan
Merangsang peristaltik dinding usus besar dan kecil.
Contohnya Alkaloida antrakuinon (Dantron, Senna, Minyak jarak), bisakodilum, dan Fenolftalein.
5. Pencahar lokal di rektum
Membilas usus besar di bagian bawah dengan menginduksi rangsangan pengeluaran feses.
Contohnya klisma dengan larutan sabun dan suppositoria gliserin.
Aturan Penggunaan Obat Pencahar
Yang perlu diperhatikan dari pengunaan obat pencahar yaitu :
a. Penggunaan pencahar sebaiknya hanya waktu singkat atau paling lama 1 minggu dan tidak dianjurkan untuk penggunaan dalam waktu jangka lama.
b. Penggunaan pada anak dibawah usia 6 tahun harus dengan pengawasan Dokter
c. Tidak dianjurkan dikonsumsi pada wanita yang sedang hamil
d. Penggunaan bersamaan dengan obat lain diberi selang waktu 2 jam agar tidak mengurangi efek dari obat tersebut.
e. Informasi Obat tanpa resep dari Dokter
Misalnya seperti contoh obat antasida di bawah ini :
– Bisakodil
Diindikasikan untuk konstipasi (tablet bekerja dalam 10 – 12 jam , suppositoria bekerja dalam 20- 60 menit)
Efek samping yang ditimbulkan seperti kejang perut (pada penggunaan oral) serta merangsang selaput lendir rektum (Pada penggunaan melalui dubur).
Tersedia dalam sediaan tablet 10 mg; suppositoria 10 mg (pada pasien dewasa) dan 5 mg (untuk pasien anak-anak).
– Dantron
Diindikasikan untuk konstipasi pada pasien gagal jantung, pada orang tua
Tersedia dalam sediaan tablet 150 gram (diminum 1 – 2 jam sebelum tidur) dan sediaan suppositoria 10 mg digunakan pada pagi hari.
– Gliserin
Tersedia dalam sediaan larutan semprot yang diindikasikan untuk konstipasi.
– Natrium laurin sulfo asetat
Diindikasikan untuk memudahkan buang air besar.
Efek samping yang ditimbulkan dapat berupa kolik usus, rasa mual, muntah serta dapat pula terjadi diare.
Sediaannya berupa cairan jernih agak kental seperti gel.
f. Informasi obat dengan resep Dokter
– Magnesium sulfat / garam inggris
Digunakan untuk mengobati konstipasi, pengosongan usus yang cepat sebelum prosedur radiologi, endoskopi dan bedah.
Efek samping berupa kolik.
Sediaanya serbuk 30 gram garam inggris yang dilarutkan dalam segelas air kemudian diminum.
Contoh Obat Pencahar Paten dengan Merek Dagang
Obat merk dagang yang mengandung :
– Ispaghula sekam : Mulax dan Mucofalk
– Bisakodil : Dulcolax dan Laxamex
– Lactulosa : Lactulax, Opilax dan Duphalax
– Natrium lauril sulfo asetat : Microlax
– Magnesium sulfat : Garam inggris cap Gajah
Demikian tadi ulasan panjang lebar mengenai sembelit atau konstipasi yang merupakan penyakit pada saluran pencernaan dan penjelasan tentang penggolongan obat golongan laksantiva atau obat pencahar yang dapat admin inFarmasi.com rangkum pada kesempatan kali ini. Semoga sedikit penjelasan mengenai berbagai obat yang digunakan untuk pengobatan sembelit atau konstipasi dan golongan obat pencahar dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang obat pencahar.