√ OBAT ANTITUSIVA : Penggolongan dan 24 Contoh Obat Antitusif Batuk Kering

Obat batuk kering antitusifObat batuk di apotik mengalami peningkatan penjualan pada musim penghujan seperti ini, terutama obat batuk anakkarena memang rata-rata yang mudah sekali terserang penyakit batuk adalah usia anak-anak. Batuk ada beberapa jenisnya yaitu batuk kering dan batuk berdahak. Batuk berdahak adalah batuk yang disertai dahak yang berupa mukosa atau lendir di dalam saluran tenggorokan. Sedangkan batuk yang paling banyak diderita oleh anak-anak adalah batuk kering. Batuk kering biasanya lebih menyiksa karena biasanya lebih lama sembuhnya dibanding batuk berdahak. Pada batuk berdahak jika dahak sudah keluar maka batuk segera sembuh.
obat batuk kering
batuk kering
Definsi batuk adalah mekanisme refleks fisiologis untuk membersihkan dan melindungi saluran napas dari secret, benda asing dan zat-zat lain, baik dalam keadaan sehat maupun sakit. Batuk biasanya timbul secara mendadak, dapat menimbulkan kerugian bila berlebihan dan merupakan suatu penyakit yang harus diobati dengan obat batuk.
Refleks batuk dapat ditimbulkan oleh berbagai macam penyebab, berikut di bawah ini beberapa penyebab batuk yang perlu anda ketahui.
Penyebab Batuk
– Infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA), misalnya gejala flu
– Alergi, seperti debu dan perubahan suhu yang mendadak
– Mekanis, misalnya benda asing yang masuk ke dalam saluran napas, seperti tersedak saat minum atau makan
– Rangsangan kimia, misalnya menghirup asap rokok, gas, dan bau-bauan seperti bau parfum
Adanya penyakit tertentu, terutama yang disebabkan oleh infeksi virus, misal virus influenza dan bakteri. Batuk dapat pula merupakan gejala yang lazim pada penderita penyakit tifus, radang paru-paru, tumor saluran pernapasan, dekompensasi jantung, asma dan tuberculosis atau dapat pula merupakan kebiasaan, maupun batuk psikogenik yaitu batuk yang disebabkan masalah emosi dan psikologis.
Jenis – jenis Batuk
Ada beberapa jenis-jenis batuk, antara lain sebagai berikut :
a. Batuk produktif merupakan suatu mekanisme perlindungan dengan fungsi mengeluarkan zat asing (kuman, debu dan lainnya) dan dahak dari tenggorokan akibat alergi dan asma, sehingga tidak boleh ditekan.
b. Batuk tidak produktif, adalah batuk yang tidak berguna karena tidak mengeluarkan apapun, sehingga harus ditekan.
c. Batuk akut, adalah batuk yang berlangsung kurang dari 14 hari dalam 1 episode. Batuk ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, misalnya tuberculosa, influenza dan campak.
d. Batuk kronis, atau batuk kronis berulang, adalah batuk lebih dari 14 hari atau terjadi dalam 3 episode selama 3 bulan berturut-turut. Batuk kronis berulang yang sering menyerang anak-anak adalah karena asma, tuberkulosis (TB) dan pertusis (batuk rejan/ batuk 100 hari).
e. Batuk pertusis, adalah batuk kronis yang disebabkan oleh kuman Bordetella pertussis. Pertusis dapat dicegah dengan imunisasi DPT.
Obat batuk yang digunakan harus sesuai dengan jenis batuk, pertama-tama hendaknya ditujukan untuk mencari dan mengobati penyebabnya. Selanjutnya dilakukan pengobatan simptomatiknya dengan membedakan jenis batuknya terlebih dahulu. Bila batuk mengeluarkan dahak (batuk produktif) maka digunakan obat golongan ekspektoran yang berguna untuk mencairkan dahak yang kental dan mempermudah pengeluarannya dari saluran napas. Sedangkan untuk menekan batuk yang tidak berdahak (batuk tidak produktif) digunakan obat golongan penekan batuk atau antitusif, yang berkhasiat secara spesifik menghambat atau menekan batuk. Bila batu alergi, digunakan kombinasi antara ekspektoran dengan sistem pernapasanika Prometasin da Difenhidramin, misalnya sirup Chlorphemin, sedangkan ekspektoran dan pereda batuk dalam suatu ombinasi bertujuan mengurangi frekuensi batuk, sehingga setiap kali batuk dapat mengeluarkan dahak yang kotor.
Penggolongan obat batuk kering/ antitusif dapa dibagi menjadi 2 golongan, yaitu :
a.Antitusif yang bekerja sentral
Zat-zat yang dapat mempengaruhi pusat batuk di medulla oblongatadan serabut saraf di korteks serebri dengan efek menenangkan. Zat ini terbagi dalam 2 golongan, yaitu :
b. Antitusif Narkotik, bekerja meningkatkan ambang rangsang di pusat refleks batuk sehingga kurang peka terhadap rangsangan batuk. Penggunaannya dibatasi, karena dapat menimbulkan adiksi dan ketergantungan.
Contoh obatnya : Codein, Morfin, Dihidromorfin, Dihidrokodein, Meperidin dan Alkaloida opium.
c. Antitusif non Narkotik, memiliki mekanisme kerja sama dengan antitusif arkotik tetapi tidak menyebabkan adiksi dan ketergantungan.
Contoh obatnya : Noskapin, Dekstrometorfan, Levopropoksiven, Pentoksiverin, Prometazin dan Diphenhidramin.
d. Antitusif yang bekerja perifer
Obat ini bekerja langsung pada reseptor di saluran napas bagian atas melalui efek relaksasi otot polos bronki pada saat spasme. Dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu :
e. Emolliensia/ Demulsen
Zat ini melunakkan rangsangan batuk, melicinkan tenggorokan sehingga tidak kering dan melunakkan selaput lendir yang teriritasi.
Contohnya : sirup Timi dan Akar manis
f. Ekspektoran
Obat bekerja secara refleks merangsang kelenjar sekretori saluran napas bagian bawah dan menurunkan viskositas sputum(kekentalan dahak) sehingga mudah dikeluarkan. Dibagi menjadi 4 golongan :
1. Ekspektoran salin : garam ammonium, sitrat dan iodida
2. Ekspektoran Ipekak
3. Ekspektoran Kreosot dan Guaiakolat (Guaiafenesin)
4. Ekspektoran atsiri : minyak-minyak atsiri
g. Mukolitik
Obat yang dapat membantu menurunkan viskositas sputum dan mengencerkan sputum yang kental, sehingga efektit mencegah penumpukan dahak yang berlebih dalam saluran napas, seperti pada radang paru dan asma.
Contohnya : Asetilsistein, Karbosistein, Bromheksin, Mesna, dan Ambroksol
h. Zat-zat pereda
Zat ini meredakan batu dengan cara menghambat reseptor sensibel di saluran napas.
Contohnya : Oksolamin dan Tipepidin
1. Guaikol
Zat ini lebih banyak digunakan dalam bentuk esternya yaitu guaiakol karbonat, kalium sulfo guaiakolat dan gliserin guaiakolat. Bekerja merangsang pengeluaran lendir pada bronki.
Sediaan dalam bentuk tablet 25 mg.
2. Sirup Ipekak
Mengandung alkaloid emetin dan sefalin dari akar tanaman Psychotria ippecacuanha (Rubiaceae). Obat ini mempunyai efek merelaksasi otot polos bronki sehingga mempertinggi secara reflektoris sekresi bronkial dan membersihkan saluran napas dari sputum yang kental.
3. Ammonium Klorida
Berkhasiat sebagai sekretolitik. Biasanya diberikan dalam bentuk sirup, misalnya OBH. Pada dosis tinggi menimbulkan perasaan mual dan muntah karena merangsang lambung.
4. Minyak Terbang
Seperti minyak kayu putih, minyak permen, minyak anisi dan terpenten. Berkhasiat mempertinggi sekresi sputum. Minyak terpenten digunakan sebagai ekspektoran dengan cara inhalasi, yang dihirup bersama uap air.
5. Liquiritie Radix
Akar kayu manis dari tanaman Glycyrrhiza glabra, mengandung saponin, yaitu sejenis glukosida yang bersifat aktif di permukaan. Khasiatnya berdasarkan sifatnya yang merangsang selaput lendir dan mempertinggi sekresi zat lendir.
6. Kodein/ Metil morfin
Bekerja menekan pusat batuk di medulla oblongata, memiliki efek analgesik ringan dan efek sedatif. Pada dosis 10 – 30 mg berkhasiat sebagai antitusif dan jarang memberikan efek samping, kecuali pada dosis agak tinggi antara lain mual, pusing, sedasi, anoreksia, dan sakit kepala.
Sediaan : tablet kodein sulfat atau kodein fosfat berisi 10 mg, 15 mg dan 20 mg.
7. Dekstrometorfan
Derivat morfin sintetik yang bekerja sentral meningkatkan ambang rangsnag refeks batuk tetapi tidak memiliki efek analgesik, efek sedasi dan tidak menyebabkan adiksi dan ketergantungan. Efek sampingnya sakit kepala, mual dan muntah.
Sediaan : tablet dan sirup berisi 10 – 20 mg/ 5 mL.
8. Bromheksin
Derivat sintetik dari alkaloid tumbuhan Adhatoda vasica, yang dinamakan visicine dan bersifat mukolitik, yaitu mencairkan sputum yang kental, sehingga mudah dikeluarkan dengan batauk. Efek sampingnya berupa iritasi saluran cerna dengan gejala mual dan muntah.
9. Asetilsistein
Asetilsistein dan karbosistein dapat menurunkan viskositas sputum dan meningkatkan volume sputum yang dikeluarkan. Dnegan diberikan peroral dan inhalasi. Efek samping yang ditimbulkan dapat berupa iritasi saluran cerna dengan efek mual dan muntah serta reaksi alergi seperti reaksi anafilaksis, hipotensi dan bronkospasme.
10. Noskapin
Derivat benzilisokuinolin yang diperoleh dari alkaloid opium, tidak memiliki efek analgesik. Memiliki efek antitusif yang sama dengan codein tetapi tidak mendepresi SSP dan tidak menyebabkan adiksi dan ketergantungan. Efek smapingnya dapat berupa gangguan saluran cerna terutama konstipasi ringan. Tersedia dalam sedian tablet dan sirup.
Contoh obat paten batuk antitusif yang tersedia di Apotik :
11. Benadryl Cough Medicine
12. Benadryl DMP
13. Cosyr
14. Prome
15. Sanadryl Plus Expectorant
16. Sanadryl Expectorant
17. Cohistan Expectorant
18. Mucopect
19. Ambril
20. Bisolvon
21. Mucosolvan
22. Actifed DM
23. Fluimucyl
24. Brolexan
Demikian tadi ulasan lengkap mengenai penggolongan obat antitusif dan contoh nama obat batuk kering di apotik yang sudah admin ulas pada kesempatan kali ini. Semoga sedikit penjelasan tentang berbagai obat golongan antitusiva, jenis batuk dan contoh obat batuk kering diatas dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang obat.