√ 10 VITAMIN yang Larut dalam AIR

Vitamin yang larut dalam air – jika pada postingan inFarmasi.com sebelumnya sudah dibahas mengenai apa itu vitamin kemudian faktor pemicu yang menjadi penyebab meningkatnya kebutuhan vitamin dalam tubuh serta penggolongan vitaminmaka pada kesempatan kali ini admin inFarmasi.com akan mengulas lebih dalam lagi mengenai penggolongan vitamin karena pada kesempatan sebelumnya seputar penggolongan vitamin hanya dibahas secara umum saja. Nah vitamin secara garis besar digolongkan menjadi 2 macam golongan yaitu golongan vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak.
Vitamin yang larut dalam air
Vitamin yang larut dalam air

Golongan vitamin yang akan diulas pada kesempatan kali ini adalah mengenai golongan vitamin yang larut dalam air, ada 2 jenis vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin C dan vitamin B Kompleks. Namun untuk vitamin B kompleks terdiri dari sejumlah vitamin yang memiliki karakteristik masing-masing. Untuk lebih jelasnya silahkan simak penjelasan di bawah ini.

A. Vitamin B Kompleks
Vitamin ini mencakup`sejumlah vitamin yang sangat berbeda rumus kimia dan efek biologiknya. Digolongkan bersama-sama karena sifatnya yang larut dalam air dan dapat diperoleh dari sumber yang sama antara lain dari hati dan ragi. Defisiensi salah satu anggota dari kelompok vitamin ini biasanya juga disertai defisiensi seluruh kompleks vitamin ini.
Yang termasuk golongan vitamin larut dalam air antara lain :
1. Thiamin (aneurin/ Vitamin B1)
Vitamin B1 di dapatkan dari kulit ari beras/ bekatul beras, daging, hati, susu, ragi,sayuran dan kacang-kacangan. Fungsi vitamin ini sebagai koenzim pada metabolisme karbohidrat dan fungsi saraf. Kekurangn vitamin B1 akan mengakibatkan gangguan SSp seperti depresi, mudah tersinggung, anoreksia, beri-beri, kesemutan, dan gangguan jantung.
2. Riboflavin (Vitamin B2)
Vitamin B2 didapatkan dari hati, ragi, susus, daging, telur, berbagai jenis sayur, kulit ari beras dan roti. Kegunaan dari vitamin ini untuk koenzim dalam flavoprotein, enzim esensial dalam metabolisme asam amino. Bial kekurangan vitamin B2 akan mengakibatkan sakit tenggorokan, radang di sudut mulut, keilosis, glositis lidah berwarna merah dan licin, dermatitis seboroik dan fotofobia.
3. Nikotinamida (Niasinamida/ Asam Nikotinat/ Vitamin B3)
Dikenal sebagai faktor PP (pellagra preventive), di dalam tubuh vitamin ini bekerja dalam bentuk amidanya yaitu nikotinamit. Vitamin B3 dapat ditemukan dalam daging, ikan, sayuran, padi dan gandum. Kegunaan dari vitamin ini untuk mencegah penyakit pellagra pada manusia, koenzim pada metabolisme berbagai protein penting dalam respirasi jaringan, membantu pelepasan energi makanan dan menormalkan fungsi SSP. Penyakit pellagra berupa kelainan kulit, gangguan saluran cerna, seperti diare dan SSP seperti dementia.
4. Asam Pantotenat (Vitamin B5)
Asam pantotenat terdapat dalam semua jaringan tubuh dan semua macam makanan, juga dapat disintesa dalam flora usus. Fungsi dari vitamin ini adalah berperan dalam proses metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, dan sebgaai katalisator transferasi gugus asetil. Defisiensi vitamin B5 menyebabkan gejala yang timbul kelelahan, malaise, sakit kepala, gangguan tidur, gangguan saluran pencernaan seperti mual dan muntah dan gangguan otot seperti paraestesia dan kejang otot.
5. Piridoksin (Vitamin B6)
Vitamin B6 dapat berasal dari kulit ari beras/ bekatul beras, daging, hati, susu, ragi. Sayuran dan kacang-kacangan. Fungsi dari vitamin B6 adalah sebagai koenzim metabolisme asam amino dan protein, karbohidrat dan lemak; melawan mual, muntah dan depresi karena pil anti hamil dan morning sickness; membantu pembentukan sel darah merah serta kesehatan SSP. Jika kekurangan vitamin B6 hanya pada pemakaian obat jenis INH untuk jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan gangguan kulit dermatitis seboroik, radang selaput lendir mukosa dan lidah, kejang pada bayi dan stomatitis dan glossitis.
6. Biotin (Vitamin B7)
Biotin atau vitamin B7 disebut juga dengan vitamin H, berasal dari kata Haut yang berarti Kulit. Biotin dapat diperoleh dari roti, kuning telur dan hati. Kegunaan dari biotin sebagai koenzim berbagai reaksi karboksilasi. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan dermatitis, rasa lemah, sakit otot, anoreksia, anemia ringan dan hiperkolesterolaemia.
7. Kolin
Kolin bersumber dari sintesa serin dengan metionin donor metil (dalam badan), makanan yang mengandung protein, kolim dan metionin. Fungsi dari kolin sebagai donor metil dalam pembentukan berbagai asam amino esensial, pengobatan penyakit hati (sirosis hepatis), hepatitis, sebagai zat lipotropik. Defisiensi dari kolin menyebabkan kenaikan konsentrasi lemak dalam hati yang lama-lama dapat menyebabkan sirosis hepatis, kelainan ginjal degeneratif, kelainan pada kulit dan lemah otot.
8. Asam Folat (Asam Pteroilmonoglutamat/ Vitamin B11)
Kebutuhan badan akan asam folat kurang lebih 50 mcg per hari, kebutuhan asam folat akan meningkat apabila ada infeksi, anemia hemolitik, dan adanya tumor dalam tubuh. Sumber dari asam folat ada hampir di setiap jenis makanan, ragi, sayuran hijau segar, kentang, buah-buahan, daging, hati, telur dan ikan. Kegunaan dari asam folat dapat memperbaiki kelainan darah pada anemia pernisiosa, dan pembentukan sel darah merah.defisiensi asam folat berakibat gangguan pertumbuhan, glositis, diare, penurunan berat badan dan anemia.
9. Sianokobalamin (Vitamin B12)
Merupakan satu-satunya kelompok senyawa dalam alam yang mengandung unsur Co. Vitamin B12 yang sudah diabsorbsi dan ditimbun dalam hati disebut hepatic anti anemia prinsiple yaitu suatu unsur anti anemia. Absorbsi vitamin B12 sangat dipengaruhi oleh faktor intrinsik dalam getah lambung oleh sebab itu sebaiknya diberikan secara parenteral. Sumber vitamin b12 berasal dari mikroorganisme usus, ikan, kuning telur, susu, keju, kerang dan daging. Fungsi vitamin ini dalam sintesa hemoglobin dalam sel darah merah dan sintesa protein. Defisiensi menyebabkan kerusakan pada sel epitel terutama saluran cerna, anemia pernisiosa Addison.
B. Vitamin C
10. Asam askorbat
Asam askorbat merupakan kristal dan bubuk putih kekuningan, reduktor kuat, stabil pada daerah kering. Dalam bentuk larutan dalam wadah yang terbuka, zat ini cepat rusak. Kebutuhan vitamin C meningkat pada penderita TBC, penyakit neoplasma, setelah melakukan operasi, hipertiroid, kehamilan dan menyusui, dan ulkus peptikum. Sumber vitamin C berasal dari sayuran berwarna hijau seperti kol, tomat dan kentang serta buah-buahan terutama jeruk; hati dan hanya sedikit dalam susu dan daging sapi. Fungsi vitamin C untuk pembnetukan zat pengikat antar sel dan kolagen, mempertinggi daya tahan tubuh dan pembentukan tulang dan dentin, pematangan sel darah merah. Defisiensi kadang terjadi pada bayi yang minum susu botol, oesteoporosis begkak, sariawan (skorbut), dinding pembuluh darah mudah rusak sehingga mudah menimbulkan perdarahan.
Itulah tadi ulasan lengkap mengenai apa saja macam vitamin yang larut dalam airyang telah admin inFarmasi sajikan pada kesempatan kali ini. Jangan lupa nantikan artikel selanjutnya yang akan mengulas mengenai vitamin yang larut dalam lemak. Semoga postingan ini bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang dunia kefarmasian…