√ 12 Macam MINERAL untuk Metabolisme Tubuh

Macam mineral – Mineral adalah zat anorganik yang dalam jumlah kecil berguna untuk metabolisme tubuh. Mineral yang paling banyak dibutuhkan oleh tubuh disebut Elemen spura. elemen mineral yang dibutuhkan oleh tubuh kurang dari 20 mg dalam sehari, yaitu terdiri dari berbagai macam mineral. Contoh jenis mineral yang dibutuhkan oleh tubuh yaitu besi (Fe), seng (Zn), tembaga (Cu), mangan (Mn), molibden (Mo), fluor (F), krom (Cr), iod (I), selenium (Se), dan kobalt (Co).
mineral dalam tubuh
mineral dalam tubuh

Penggunaan mineral, khususnya untuk prevensi dan pengobatan keadaan defisiensi, terutama garam K dan Ca; begitu pula Na, Cl dan fosfat yang digunakan sebagai infus dalam keadaan darurat. Dari elemen – elemen spura, hanya Fe, Zn, I, F dan Sr yang digunakan sebagai obat. F dan Sr digunakan dalam ilmu kedokteran gigi. Zat – zat lainnya hanya digunakan sebagai komponen pada sediaan multivitamin atau sebagai food suplemen dan terapi alternatif. Untuk lebih lengkapnya mengenai karakteristik masing-masing jenis mineral dapat anda simak penjelasannya di bawah ini.

Berikut di bawah ini macam – macam mineral, antara lain :
1. Besi (Fe)
Sumber zat besi terdapat di sayur bayam, kangkung dan daging yang berwarna merah. Kegunaan dari mineral besi yaitu sebagai bagian dari molekul hemoglobin dalam darah yang mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel tubuh untuk metabolisme glukosa, lemak dan protein. Selain itu juga merupakan komponen utama dalam sistem enzim dan myoglobin. Jika tubuh kekurangan besi, akan menyebabkan anemia akibat asupan kurang maupun akibat kehilangan darah dan kebutuhan yang meningkat seperti pada penyakit kronis dan wanita hamil.
2. Fluorida
Fluorida terutama ditimbun sebagai apatit di dentin, email, tiroid, dan ginjal. Fluoride ditimbun sebagai apatit dan ikatannya disebut Fluoro-apatit yang bersifat lebih padat dan tahan asam, menutupi pori-pori kecil hingga email lebih sukar larut dalam asam, yang terbentuk setiap kali sesudah makan gula atau karbohidrat. Ekskresinya melalui saluran kemih dan keringat sewaktu transpirasi berlebihan. Fluorida bisa di dapatkan dari sayur-sayuran, memiliki kadar yang tinggi dalam daun teh. Fungsinya untuk menghambat pelarutan email, menstimulir remineralisasi, menghambat pembentukan asam oleh kuman mulut, dan prevensi gigi berlubang (carries) dan mencegah osteoporosis (kurangnya Ca dari tulang). Kekurangan dari Fluorida ini dapat menyebabkan carries gigi.
3. Kalium
Tersedia dalam bentuk garam klorida. Sumber kalium terdapat dalam segala jenis makanan terutama jeruk, pisang, tomat dan kopi. Fungsi dari kalium merupakan kation terpenting dalam cairan intrasel dan sangat esensial untuk mengatur keseimbangan asam-asam serta cairan tubuh. Selain itu juga mengaktivasi banyak reaksi enzim seperti penyaluran impuls saraf dan metabolisme karbohidrat. Defisiensi kalium menimbulkan hipokalemia dengan gejala kelemahan otot, rasa sangat letih, gangguan konsentrasi dan irama jantung. Terutama terjadi apabila diberi diuretika dosi tinggi sekali atau pada pemberian digoksin yang membuat jantung lebih peka terhadap kekurangan kalium.
4. Kalsium
99% terdapat dalam tulang kerangka, cairan antarsel dan plasma. Sumber kalsium dapat diperoleh dari susu, telur, gandum dan sayuran. Kegunaan dari kalsium sebagai bahan pembangun tulang, regulasi daya rangsang dan kontraksi otot dan penerusan impuls saraf. Selain itu kalsium mengatur permeabilitas membran sel bagi kalium dan natrium, dan mengaktivasi banyak reaksi enzim seperti pembekuan darah. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan osteomalasia yaitu melunaknya tulang, osteoporosis yaitu kerapuhan tulang serta mudah terangsangnya otot dan saraf dengan akibat serangan tetania (kejang).
5. Magnesium
Sumber magnesium dapar berasal dari padi-padian, kacang-kacangan, pisang, sayuran hijau, susus dan daging. Kegunaan magnesium yang terdapat dalam tulang dan cairan intra sel, ko-faktor enzim-enzim yang menghasilkan energi, relaksasi otot, prevensi terapi infark jantung, sebagai obat tambahan pada osteoporosis dan menstimulir sistem imun.
6. Natrium
Merupakan kation terpenting dalam cairan ekstra sel, regulasi tekanan osmotik, memelihara keseimbangan volume dan cairan tubuh, kontraksi otot dan penyaluran impuls. Defisiensi terjadi akibat kerja fisisk yang terlampau berat dan banyak berkeringat serta banyak minum air tanpa tambahan garam ekstra, sehingga menyebabkan dehidrasi karena diare, muntah, kurang makan atau minum; dengan gejala mual, muntah, sangat lelah, nyeri kepala dan kejang otot.
7. Seng (Zn)
Kadar seng dalam tubuh agak tinggi dibandingkan dengan elemen spura lainnya, yang sebagian besar terdapat dalam tulang dan prostat. Sumber seng berasal dari daging, kerang, kepiting, susus, dan produk padi-padian serta kacang-kacangan. Fungsi dari seng ada beberapa, antara lain :
– Kofaktor dalam banyak enzim (minimal 100 enzim) yang terlibat dalam segala proses metabolisme.
– Berperan pada gejala buta malam dalam bentuk kofaktor dari alkoholdehidrogenase yang merubah retinol menjadi retinal.
– Memperbaiki fungsi sel-sel otak bagi lemah ingatan (sering dan mudah lupa) pada orang tua.
– Menstimulir penyembuhan borok.
– Secara lokal berkhasiat sebagai adstringens (penciutan selaput lendir), anti keringat, dan antiseptik lemah. Penggunaannya paling banyak dalam dermatologi, khususnya ZnO dalam bedak tabur dan salep, sebagai adstringens dan antiseptik lemah. Selain itu seng sulfat digunakan pada preparat tetes mata.
8. Stronsium klorida
Fungsinya untuk melindungi gigi terhadap pengaruh thermis (panas dan dingin) dan kimiawi (asam dan gula) yang disertai nyeri. Selain itu juga mengurangi sensitivitas gigi terhadap rangsnagan tersebut dengan jalan membentuk lapisan pelindung keras di luar dentin yang sudah kehilangan emailnya karena erosi atau pengendapan kalsium. Dengan demikian rangsangan tersebut tidak bisa mencapai sum-sum gigi lagi yang berisi saraf-saraf dan dapat engakibatkan nyeri.
9. Krom
Krom digunakan untuk kerja insulin yang optimal dan bentuk aktifnya sebagai senyawa organik GTF (Glucose Tolerance Factor), mempermudah masuknya glukosa ke dalam sel untuk selanjutnya dibakar dan menimbulkan tenaga (20 kali lebih aktif daripada garam-garam krom anorganik).
10. Tembaga
Fungsi tembaga merupakan kofaktor bagi cytochromoxidase dan beta hidroksilase yang mengubah dopamin menjadi noradrenalin, sintesis hemoglobin, elastin dan myelin. Defisiensi tembaga menyebabkan kelambatan psikomotor, serangan epilepsi serta kelainan pada rambut.
11. Selenium
Sumber selenium berasa dari padi-padian, ikan, kepiting, daging, hati, ginjal, ragi, bir, timun, bawang putih, wijen, kacang-kacangan dan asparagus. Fungsi dari selenium yaitu mempunyai daya anti oksidan kuat, menstimulir sistem imun, menghambat pembelahan sel, mendorong apoptose (kelumpuhan) sel-sel cacat sehingga berdaya kerja anti kortikosteroid kuat, berperan dalam metabolisme vitamin E, mengurangi toksisitas logam berat, secara dermal efektif sebagai anti ketombe.
12. Iod
Penanggulangan gejala defisiensi elemen ini merupakan salah satu program prioritas WHO. Sumber iod dari ikan, kepiting, kerang dan lumut laut. Fungsinya untuk pembentukan tiroksin pada kelenjar tiroid (kelenjar gondok). Kekurangan ini menyebabkan kretinisme.
Nah bagaimana penjelasan mengenai macam-macam jenis mineral dalam metabolisme tubuh diatas? Apakah anda masih bingung contoh apa saja mineral? Semoga dengan ulasan yang panjang lebar tersebut dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang macam-macam mineral.