√ 8 Perbedaan Gejala Penyakit TIPES dan Demam Berdarah (DBD)

Gejala penyakit tipes dan demam berdarah – Penyakit demam berdarah kadang samar dengan penyakit tipes / demam tifoid, karena kedua penyakit ini memiliki gejala awal yang hampir mirip satu sama lain. Beberapa orang salah mengira bahwa gejala awal penyakit DBDadalah gejala penyakit tipes / tifoid, maka dalam kasus penderita penyakit DBD harus dipantau terus keadaannya hingga dinyatakan sehat kembali. Lantas bagaimana cara mengetahui perbedaan gejala penyakit tipes dengan penyakit DBD agar tidak salah dalam memberikan pengobatan dan perawatanya? Berikut di bawah ini beberapa parameter yang dapat digunakan untuk membantu membedakan antara gejala kedua penyakit tersebut:
Perbedaan Gejala penyakit tipes dan demam berdarah
Perbedaan Gejala penyakit tipes dan demam berdarah

A. Penyebab

Kedua penyakit ini memiliki penyebab penyakit yang berbeda. Penyakit Tifus / tipes disebabkan oleh bakteri yang bernama Salmonella typii yang berkembang dengan cepat di daerah atau tempat yang kotor. Bakteri ini dibawa oleh salah satu hewan perantara yaitu lalat yang kemudian hinggap di makanan dan minuman yang terbuka. Bakteri yang hinggap di makanan dan minuman yang di konsumsi lalu masuk ke dalam tubuh orang sehat yang akan menjadi penyebab penyakit tipes.
Berbeda dengan penyakit tipes yang disebabkan oleh bakteri, penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus yang bernama virus Dengue, yang membuat penyakit ini dinamakan juga Demam Berdarah Dengue (DBD). Virus Dengue dapat menular ke manusia dengan perantara hewan nyamuk Aedes aegypti. Cara penularannya pun melalui gigitan nyamuk dari penderita DBD yang kemudian jika nyamuk menggigit orang sehat maka virus akan berpindah yang akan menyebabkan orang sehat tersebut mengalami penyakit DBD.
B. Gejala
Pada orang yang mengalami gejala penyakit tipes, akan muncul tanda-tanda seperti :
1. Demam yang tidak begitu tinggi tetapi demam ini akan naik secara perlahan. Yang membedakan dari DBD, demam pada penyakit tipes akan meninggi saat malam hari dan akan turun pada pagi hari, sedangkan pada penderita DBD demam disertai menggigil yang akan turun pada hari ke 3 – 7 , tetapi demam akan naik lagi. Pada penyakit DBD, demam yang reda itu merupakan tanda kritis yang perlu diwaspadai dan dipantau keadaan pasien.
2. Mengalami nyeri perut dan diare, karena akibat dari konsumsi makanan dan minuman yang terkena kotoran dari lalat.
3. Mengalami batuk dan sakit tenggorokan.
Sedangkan pada gejala penyakit DBD, akan muncul gejala seperti :
4. Badan terasa pegal-pegal dan nyeri.
5. Sakit kepala
6. Demam yang menggigil terus-menerus
7. Muncul bintik-bintik merah yang dapat diketahui dengan cara menjepit kulit tangan seperti saat mengecek tekanan darah.
8. Pada hari ke 3 – 7 biasanya demam akan turun, tetapi ini justru kondisi kritis dimana pasien perlu dipantau keadaannya, seperti denyut nadi, tekanan darah dan pernafasannya.
C. Pemeriksaan
Pada penderita demam berdarah dan tipesbaiknya dilakukan pemeriksaan darah untuk memastikan perbedaan dari kedua penyakit tersebut agar tidak terjadi kesalahan dalam pengobatan dan penanganan.  Pada penderita tipes dilakukan tes Widal untuk mengetahui apakah pada darah mengandung antibodi terhadap bakteri Salmonella typii atau tidak. Jika hasil yang ditunjukkan > 1/ 160 berarti pasien positif menderita tipes. Selain dengan darah, pada penderita tipes biasanya dapat dilakukan pemeriksaan tinja untuk mengetahui ada tidaknya bakteri Salmonella typii pada tinja.
Sementara pada penderita penyakit DBD dilakukan pemeriksaan jumlah trombosit. Pada kasus penderita DBD, trombosit akan menurun sekitar < 100.000/µl yang menunjukkan orang tersebut positif DBD. Pemeriksaan trombosit jika dilakukan saat demam baru berlangsung 1 hari maka masih menunjukkan kadar jumlah yang normal.
D. Pengobatan
Pada penderita tipes dapat dilakukan pengobatan dengan pemberian antibiotik oleh Dokter di Rumah Sakit. Antibiotik ini digunakan untuk membunuh bakteri yang ada didalam tubuh penyebab penyakit tipes. Selain itu pada pasien tipes juga dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan ynag lunak terlebih dahulu untuk menghindari luka di usus dan juga jangan konsumsi makanan yang memiliki rasa pedas dan asam karena dapat mengiritasi lambung dan usus. Serta lakukan istirahat yang cukup untuk membantu proses pemulihan lebih cepat.
Sedangkan pengobatan pada penyakit demam berdarahtidak ada yang spesifik karena tidak ada vaksin untuk dengue. Dokter biasanya hanya memberi obat penurun panas dan penghilang nyeri (misalnya seperti Parasetamol), tetapi jangan memberikan Ibuprofen atau Asetosal karena kedua obat jenis ini malah akan semakin memperparah pendarahan dalam tubuh. Selain itu juga perlu diperhatikan asupan cairan agar pasien tidak mengalami dehidrasi. Jus jambu merah diketahui dapat membantu menaikkan jumlah trombosit dalam tubuh pasien sehingga pasien dalam cepat sembuh setelah melewati masa kritisnya. Dan juga berikan makanan yang halus dahulu untuk membantu saluran pencernaannya.
E. Pencegahan
Upaya pencegahan penyakit tipesyaitu dnegan selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan diri sendiri. Lingkungan sekitar terutama dengan selalu rutin membersihkan tempat yang kotor, dan juga konsumsi makanan dan minuman yang terjaga kebersihannya. Jangan lupa untuk menutup bahan makanan dan makanan yanga da di rumah untuk menghindari lalat yang menempel dan membawa bibit penyakit tipes.
Upaya pencegahan penyakit DBDpun juga kurang lebih sama, dikenal dengan istilah 3 M, yaitu menguras bak mandi untuk membunuh jentik nyamuk yang menempel di dinding bak mandi dan air tergenang, menutup tempat penampungan air untuk mencegah nyamuk agar tidak dapat bertelur di permukaan air, serta mengubur barang-barang bekas yang dapat digunakan nyamuk sebagai sarang bertelur dan tempat air tergenang. Selain itu dapat pula memasang kawat nyamuk di ventilasi rumah seperti jendela untuk mencegah nyamuk dari luar rumah untuk masuk. Perlindungan diri dapat dilakukan dengan memakai lotion anti nyamuk, menggunakan obat pembasmi nyamuk dan serangga, memakai kelambu di kamar tidur serta menaburkan bubuk abate di tempat-tempat yang sekiranya dapat menjadi tempat nyamuk untuk menaruh telurnya.
Memasuki musim penghujan seperti saat ini perlu diwaspadai mewabahnya penyakit musiman seperti demam berdarah dan tipes. Lindungi diri dengan selalu menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan yang bervitamin, menjaga kebersihan diri dan sekitar, serta beristirahatlah yang cukup jika tubuh sudah menunjukkan tanda-tanda mengalami kelelahan. Jika anda merasakan seperti gejala yang disebutkan di atas, segera periksakan diri anda ke Rumah Sakit atau Dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.