√ Obat Anti KANKER dan 37 Golongan Obat SITOSTATIKA

Obat sitostatika anti neoplastik – Kanker atau karsinoma berasal dari bahasa Yunani  (cancer = Karkinos  yang berarti Kepiting), adalah pembentukan jaringan baru yang abnormal dan bersifat ganas (maligne). Penyakit kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Sel-sel kankerakan berkembang dengan cepat, tidak terkendali dan akan terus membelah diri, selanjutnya akan menyusup ke jaringan sekitarnya (invasive) dan terus menyebar melalui jaringan ikat, darah, dan menyerang organ-organ penting serta syaraf tulang belakang. 
Obat sitostatika anti kanker
Obat sitostatika anti kanker

Dalam keadaan normal, sel hanya akan membelah diri jika ada penggantian sel-sel yang telah mati atau rusak, sebaliknya sel kanker akan membelah terus meskipun tubuh tidak memerlukan, sehingga akan terjadi penumpukan sel baru yang disebut tumor ganas. Penumpukan sel tersebut mendesak dan merusak jaringan normal, sehingga mengganggu organ yang ditempatinya. Sel-sel kanker ini menginfiltrasi ke dalam jaringan sekitarnya dan memusnahkannya. Tumor setempat ini seringkali menyebarkan sel-selnya melalui saluran darah dan limfe ke tempat lain dari tubuh (metastatis), dimana berkembang neoplasma sekunder. Gejala umum penyakit kanker adalah nyeri yang sangat hebat, penurunan berat badan mendadak, kepenatan total dan berkeringan saat malam hari.

Kanker dapat terjadi di berbagai jaringan dalam berbagai organ di setiap tubuh, mulai dari kepala hingga kaki. Bila kanker terjadi dibagian permukaan tubuh, akan mudah diketahui dan diobati, tetapi jika terjadi di dalam tubuh, kanker itu akan sulit diketahui dan kadang-kadang tidak menunjukkan gejala. Kalaupun ada gejala biasanya sudah memasuki stadium lanjut yang akan sulit untuk diobati karena sudah terlanjur menyebar. Yang paling sering terdapat kanker adalah kanker kulit, kanker tenggorokan, paru-paru, lambung hingga usus, dan organ reproduksi. Kanker adalah penyakit kedua yang banyak menyebabkan kematian setelah penyakit jantung dan pembuluh. Riset pada dasawarsa terakhir menyatakan bahwa kanker dapat disebabkan oleh terganggunya siklus sel akibat mutasi gen yang mengatur pertumbuhan. Mutasi gen terjadi karena pengaruh beberapa hal, yaitu :
– Lingkungan
– Polusi udara (asap kendaraan, pabrik, pembakaran)
– Sinar ultra violet (UV)
– Radiasi dosis tinggi sinar rontgen / radio aktif)
– Rokok
– Senyawa nitrat pada pupuk buatan
– Zat karsinogen
– Serat asbes dan nikel
– Obat-obat : sitostatika, fenasetin, dietilstilbestrol, dan fenitoin
– Zat pewarna makanan dan minuman
– Senyawa nitrat pada pengawet  makanan dan minuman
– Makanan kaya  lemak dan rendah serat nabati.
Tujuan pengobatan kanker dengan sitostatika adalah untuk mematikan sel-sel secara fraksional (fraksi tertentu mati), sehingga 90% berhasil dan 10% tidak berhasil. Pengobatan kanker dikenal dengan beberapa cara, yaitu :
A. Secara Kuratif
a. Operasi atau pembedahan
Yaitu dengan mengangkat sel-sel kanker sehingga tidak menyebar luas ke daerah yang lain yang terkena kanker. Tindakan ini hanya untuk kanker yang belum menyebar ke organ lainnya.
b. Radiasi atau penyinaran
Yaitu dengan melakukan penyinaran pada daerah yang terdapat sel-sel kanker dengan menggunakan sinar radioaktif untuk memusnahkan sel kanker.
c. Kemoterapi
Yaitu pengobatan menggunakan obat-obatan yang dapat menghambat atau membunuh sel-sel kanker. Tujuan dari tindakan ini adalah untuk meringankan gejala dan mengontrol pertumbuhan sel darah kanker. Ada 2 jenis kemoterapeutika, yaitu :
d. Menggunakan obat-obatan sitostatika
e. Menggunakan obat-obatan hormonal
B. Secara Suportif
Yaitu dengan mengatasi gangguan organik baik yang disebabkan sel atau jaringan kanker, seperti : infeksi, nutrisi, tranfusi darah, gangguan metabolisme, nyeri, mual, muntah dan diare.
Efek samping dari pengobatan kanker selain membunuh sel-sel kanker, juga dapat merusak sel pada jaringan yang sehat, antara lain :
– Depresi sumsum tulang  dengan gangguan darah dan berkurangnya sistem tangkis, yang dapat memperbesar resiko infeksi kuman.
– Gangguan saluran pencernaan dengan akibat diare, ulkus lambung, gastritis, stomatitis dan ileus.
– Gangguan pada kantong rambut dengan rontoknya rambut atau alopesia.
– Gangguan pada pembentukan sel-sel darah terhambat, sehingga terjadi anemia.
– Ginjal dapat terjadi hiperurisemia akibat naiknya kadar asam urat dalam darah.
– Uterus atau rahim menyebabkan terjadinya gangguan fungsi reproduksi.
Berdasarkan mekanisme kerjanya, obat sitostatika menurut mekanisme kerja obat dapat dibagi dalam beberapa golongan, yaitu :
1. Zat – zat alkilasi
Berkhasiat terhadap sel yang sedang membelah. Yang termasuk zat alkilasi adalah :
Klormethin, terutama untuk penyakit Hodgkin. Turunannya adalah Klorambusil, Melfelan, Siklofosfamida, dan Ifosfamida.
2. Busulfan
3. Thiotepa
4. Antimetabolit
Obat-obat ini mengganggu sintesis DNA dengan jalan antagonisme saingan. Contoh golongan anti metabolit adalah :
a. Antagonis asam folat : metotreksat (MTX) selain efek sitostatis obat ini berefek anti radang pada dosis rendah, karena itu digunakan pada terapi psoriasis dan rematik yang sudah parah.
b. Antagonis Purin : merkaptopurin, thioguanin, azathiopri. Azathiopri adalah imunosupresif pada penyakit autoimun dan transplantasi organ.
c. Antagonis Pirimidin : fluorouracil dan sitarabin.
5.. Antimitotika
Zat ini mencegah pembelahan sel dengan merintangi pembelahan inti sel. Obat yang digunakan adalah hasil tumbuhan, yaitu :
– Alkaloida Vinca (Vinblastin, Vinkristin, dan Vindesin) dari tanaman Vinca rosea.
– Podofilin, damar dari tanaman Podophyllum peltatum yang mengandung zat antimitosis podofilotoksin. Glikosida semi sintesisnya adalah etoposida dan teniposida.
– Kelompok Taxoida : Paclitaxel dan Docetaxel.
6. Antibiotika
Antibiotik ini mengikat DNA sel kanker secara kompleks, sehingga sintesanya terhenti. Onkolitika ini tidak digunakan sebagai antibiotika, karena terlalu toksis. Yang terpenting adalah :
– Doksorubisin, daunorubisin dan derivat sintesisnya tepirubisin, idarubisin dan mitoxantron. Efek sampingnya kardiotoksis, myelotoksis dan urin berwarna merah.
– Bleomisin dan Mitomisin.
7. Imunomodulator
Zat-zat ini mempengaruhi secara positif reaksi biologis tubuh terhadap tumor. Fungsi kekebalan tubuh dapat distimulasi (imunostimulator) maupun disupresi (imunosupresor) dengan baik.
Imunostimulator secara tidak langsung meningkatkan respon imun tak spesifik terhadap sel tumor. Contohnya golongan ini yaitu :
– Interferon alfa, berdaya imunostimulator dan virustatis.
– Interleukin-2, dibuat oleh kuman E.coli
– Tumor nekrosis factor (TNF alfa)
8. Vaksin BCG, hanya digunakan pada kanker kandung kemih.
9. Levamizol, obat cacing ini berguna pada terapi kanker dengan sitostatika dan prednison.
10. Imunosupresiva, adalah zat-zat yang menekan aktifitas sistem imun pada transplatasi organ untuk mengurangi reaksi penolakan tubuh dan pada terapi penyakit autoimun.
11. Siklosporin, sering dikombinasi dengan imunosupresiva lain untuk mengurangi nefrotoksisitasnya (Azatioprin, Prednisolon)
12. Talidomida yang juga berkhasiat antiangiogenesis dan anti radang.
13. Hormon dan anti hormon
14. Kortikosteroid : hidrokortison, prednison dan sebagainya.
Untuk mencegah pembengkakan dan udema serta anti emetikum.
15. Anti hormon kelamin adalah zat yang melawan hormon di jaringan dan melawan kerjanya.
16. Anti estrogen atau tamoksipen diberikan pada penderita kanker payudara pada wanita pasca menopause.
17. Anti androgen yang banyak digunakan adalah cyproteron, flutamida, nilutamida untuk penderita kanker prostat yang sudah membelah / metastatis.
18. L-asparaginase, dari biakan bakteri E.coli berkhasiat imunosupresiva untuk leukimia limfe akut pada anak-anak.
19. Cisplatin, terutama digunakan pada kanker testis dan ovarium yang sudah menyebar.
20.Hidroksikarbamida, derivat urea ini digunakan untuk leukimia kronis dan kanker di daerah kepala.
21. Prokarbazin, mekanisme kerjanya mirip zat alkilasi khusus digunakan pada limfoma Hodgkin
22. Topotecan, untuk sementara obat ini hanya digunakan terhadap kanker ovarium, sangat ampuh untuk leukimia, kanker serviks dan lain-lain.
23. Anti angiogenesis, mencegah pembentukan pembuluh darah baru yang berfungsi memberi zat gizi dan oksigen pada tumor, misalnya Talidomida, Turahiu dan Genistein.
Contoh Obat Sitostatika di Apotik
Informasi obat sitostatika dengan resep Dokter :
Doksorubisin HCl :  
24. Adricin
25. Doxorubicin Kalbe
Fluorourasil :
26. Fluorouracil
27. Fluorouracil DBL
Bleomisin HCl :
28. Bleocin
29. Blenamax
Cisplatin :
30. Cisplatin DBL
Siklofosfamid :
31. Endoxan
32. Cyclophosphamide
Metotreksat :
33. Methotrexate
Vinkristin sulfat :
34. Vincristine Kalbe
35. Vincristine
Vinblastin sulfat :
36. Vinblastine PCH
37. Vinblastin Sulphate DBL
Demikian ulasan lengkap mengenai obat sitostatika yang digunakan sebagai obat anti kanker atau juga disebut dengan obat antineoplastika yang dapat admin inFarmasi ulas pada kesempatan kali ini. Semoga ulasan kali ini tentang pengobatan kanker dan contoh obat sitostatikatersebut dapat menambah wawasan anda tentang dunia kefarmasian.