√ Waspadai ! 10 Wabah Penyakit Pada MUSIM HUJAN

Penyakit pada musim penghujan – Setiap awal tahun baru identik dengan musim penghujan dengan intensitas lebat di berbagai daerah. Ada di beberapa daerah yang sampai terkena banjir, tanah longsor dan bencana alam lainnya. Selain bencana alam yang perlu diwaspadai, ada juga beberapa penyakit musiman yang sering muncul bersamaan ketika musim penghujan tiba, akibat dari air yang tergenang maupun lingkungan yang kotor sehingga menjadi tidak sehat. Kondisi cuaca yang tidak menentu, kadang panas pada siang hari lalu berganti menjadi hujan badai pada sore hingga malam hari, menyebabkan daya tahan tubuh menjadi melemah sehingga mudah terserang berbagai kuman maupun virus penyebab penyakit apabila kita tidak menjaga kondisi tubuh dan kebersihan lingkungan sekitar kita.
Penyakit pada musim hujan
Penyakit pada musim hujan

Ketika musim hujan datang, banyak muncul berbagai virus penyakit yang dapat menyerang siapa saja mulai dari bayi sampai orang tua atau lansia. Virus penyebab penyakit ini berkembang dengan cepat ketika masuk ke dalam tubuh yang sedang tidak dalam kondisi sehat. Ketika tubuh sedang dalam kondisi kurang sehat, maka tubuh seseorang akan menjadi rentan terserang penyakit. Jadi anda perlu memahami karakter kuman dan virus penyebab penyakit serta penyebarannya. Untuk lebih jelasnya silahkan simak penjelasan di bawah ini mengenai berbagai macam penyakit yang biasanya mewabah di saat musim hujan tiba.

Berikut contoh penyakit musiman yang mewabah ketika musim hujan turun ada beberapa, diantaranya adalah :
1. Influenza
Penyakit influenza atau flu disebabkan oleh virus Influenza tipe A, B dan C. Virus ini menyebar melalui udaraseperti saat batuk, bersin, atau dari benda yang sudah terkontaminasi oleh virus influenza. Flu sebenarnya penyakit biasa yang dapat sembuh dengan sendiri dan tidak menimbulkan keparahan, tetapi ada beberapa penderita Influenza yang menderita komplikasi dari penyakit ini seperti pneumonia. Ketika anda terkena flu, anda perlu beritirahat dengan cukup, konsumsi obat yang sudah diberikan oleh Dokter anda, dan  penuhi kebutuhan vitamin C untuk membantu percepat penyembuhan.
2. Demam dan batuk
Demam dan batuk ini disebabkan oleh virus Rhinovirus yang dapat menyebabkan radang tenggorokan dan pilek. Virus ini dapat menyebabkan batuk, dan bila didiamkan terlalu lama akan mengakibatkan sinusitis dan bronkitis. Demam dapat disembuhkan dengan obat antipiretik seperti parasetmol, dan batuk dapat disebmbuhkan dengan obat batuk yang sesuai dengan jenis batuknya, misal batuk kering dengan antitusif dan batuk berdahak dengan ekspektoran dan mukolitik untuk membantu pengeluaran dahak.
3. Diare
Diare disebabkan oleh beberapa macam, seperti karena alergi terhadap makanan (laktosa), efek samping dari obat tertentu, infeksi bakteri (E. Coli) dan penyakit saluran cerna. Tanda dari penyakit diare antara lain feses menajdi lembek dan cair, mual dan muntah, dehidrasi, sakit perut dan kram perut. Pengobatan untuk diare ringan hanya dengan perbanyak konsumsi cairan oralit untuk mengganti elektrolit tubuh yang hilang  agar tidak menyebabkan lemas dan kehilangan cairan dalam tubuh. Tetapi apabila diare cukup serius seperti adanya darah dalam feses, maka segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih serius seperti mendapat antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran cerna.
4. Demam tifoid (Tipes)
Demam tifoid atau dikenal dengan penyakit tipes adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypii atau Salmonella parathypii. Bakteri ini menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, yang biasanya melalui perantara hewan pembawa yaitu lalat. Demam tifoid ditandai dengan suhu tubuh yang mneingkat setiap harinya hingga 40 derajat C, nyeri otot, sakit kepala, diare dan hilang nafsu makan serta BB menurun. Pengobatan tifoid dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik seperti Ciprofloxacin dan Ceftriaxone untuk mengobati infeksi bakterinya. Jangan lupa banyak minum air putih yang sudah dimasak agar tidak terjadi dehidrasi.
5. Leptospirosis
Leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans yang berbentuk spiral. Bakteri ini ada terdapat di air kencing, darah atau jaringan dari hewan pengerat (seperti tikus). Hewan yang sering menularkan penyakit ini seperti babi, sapi, anjing, hewan reptil dan amfibi, dan juga tikus yang merupakan pembawa bakteri terpenting. Bila penyakit ini tidak diobati, dapat menyebabkan kerusakan ginjal, meningitis (peradangan selaput di sekitar otak dan tulang belakang), gagal hati, gangguan pada pernafasan dan kematian. Anda dapat tertular penyakit ini jika air dan tanah yang ada di sekitar anda terkontaminasi oleh air kencing dari beberapa binatang di atas, terutama oleh tikus. Pencegahan yang paling penting di saat musim hujan seperti ini adalah jangan sampai ada air tergenang yang dapat saja terkena air kencing atau kotoran dari tikus, juga selalu jaga kebersihan lingkungan sekitar dari hewan pembawa bakteri leptospirosis.
6. Malaria
Malaria merupakan penyakit yang penyebaran melalui nyamuk. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopeles. Gejala malaria ditandai dengan demam tinggi hingga 2 – 3 hari, banyak berkeringat, sakit kepala, nyeri otot, dan BAB berdarah. Sebelum mendapatkan pengobatan ,Dokter akan melakukan pengecekan pada darah anda untuk mengetahui apakah positif malaria atau tidak. Pengobatan malaria menggunakan obat-obatan seperti chloroquine, quinine sulfate, hydroxychloroquine, mefloquine, atau kombinasi atovaquone dan proguanil.
7. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Penyakit DBD juga disebabkan oleh gigitan nyamuk, tetapi penyebab DBD adalah virus Dengue yang dibawa melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Nyamuk ini menularkan virus dengue dari manusia yang sudah terinfeksi penyakit DBD kemudian menggigit manusia yang sehat yang akhirnya manusia yang sehat tadi menjadi terjangkit DBD. Gejala penyakit DBD sekilas mirip dengan malaria, yaitu demam tinggi 4 – 7 hari, kemudian akan muncul bercak kemerahan pada permukaan kulit. Bercak merah inilah sel darah merah yang telah rusak karena terserang virus dengue. Pada penderita DBD,penderita mengalami nyeri otot dan sendi yang parah. Pengobatan DBD dengan dilakukan pengecekan darah terlebih dahulu, karena gejala yang ditimbulkan sama seperti malaria,leptospirosis dan tifus, sehingga pengecekan darah untuk memastikan langkah terapi. Terapi pengobatan yang diberikan adalah pemberian obat penurun panas dan obat pengurang rasa nyeri (Parasetamol), tetapi jangan memberikan aspirin atau ibuprofen karena obat ini akan memperparah pendarahan dalam tubuh. Lakukan istirahat yang cukup serta perbanyak minum air untuk mencegah dehidrasi.
8. Scabies
Penyakit ini tidak disebabkan oleh penularan bakteri atau virus, tetapi oleh parasit Sarcoptes scabiei yang ada di dalam tubuh. Penyakit ini menyebabkan rasa gatal dan menimbulkan ruam pada kulit. Pengobatan untuk Scabies dapat dilakukan dengan pengolesan salep scabimite atau scabisite yang bertujuan untuk membunuh parasit penyebab scabies. Jika penyakit ini tidak segera diterapi, akan menyebabkan menyebarnya parasit ke permukaan kulit yang lainnya. Cuci pakaian dan sprei serta handuk, yang berhubungan dengan badan langsung, dengan rendaman air panas untuk membunuh parasit ini.
9. Jamur kaki
Jamur kaki muncul ketika kaki dalam keadaan basah dan lembab. Ketika musim penghujan tiba atau saat keadaan banjir, kaki kita akan lebih sering kontak langsung dengan air yang kotor. Kondisi seperti inilah yang menyebabkan keadaan kak menjadi lembab dan basah dan menjadi tempat tumbuhnya jamur di kaki. Jamur kaki akan menimbulkan rasa gatal ,dan apabila kita garuk atau gosok, semakin membuat rasa gatalnya menjadi. Pengobatan untuk jamur kaki menggunakan salep antijamur untuk mengurangi rasa gatalnya dan mencegah penyebarannya. Untuk menghindari jamur kaki, apabila setelah kaki kontak dengan air yang kotor, segera bilas dengan air yang bersih dan cuci pakai sabun, setelah itu keringkan dengan handuk untuk menghindari keadaan kaki yang lembab.
10. Kolera
Kolera adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang biasanya menyebabkan diare yang hebat serta dehidrasi, bila tidak mendapat penanganan serius dapat menyebabkan kematian. Bakteri penyebab kolera adalah Vibrio cholerae. Tanda dari penyakit ini adalah diare yang hebat, mual dan muntah, dehidrasi, hilang kesadaran, kejang bahkan koma. Air yang terkontaminasi merupakan sumber utama infeksi kolera, meskipun kerang mentah, buah-buahan mentah dan sayuran, dan makanan lainnya juga dapat menjadi sumber V. cholerae. Pengobatan pertama pada penderita kolera adalah dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh untuk menghindari dehidrasi, pemberian antibiotik (Doksisiklin dan Azitromisin), serta suplemen Zinc untuk memperpendek durasi diare pada anak-anak. Rajinlah mencuci tangan dan hindari kontaminasi makanan dan minuman yang masih mentah (seperti sushi), dan cuci dulu buah serta sayur sebelum dimakan.
Nah demikianlah 10 jenis penyakit di musim penghujan yang harus kamu waspadai. Semoga penjelasan diatas dapat bermanfaat dan membantu anda dalam mencegah dan mengurangi angka penderita penyakit akibat 10 penyakit di musim penghujan dimulai sejak dini.